Dark/Light Mode

Sudah Tertangkap Sejak Tahun Lalu

Ini Proses Pemulangan Maria Pauline Lumowa, Buronan Pembobol Bank BNI

Kamis, 9 Juli 2020 13:11 WIB
Pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa (tengah) bersama tim ekstradisi yang memulangkannya dari Serbia. (Foto: Humas Kemenkumham)
Pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa (tengah) bersama tim ekstradisi yang memulangkannya dari Serbia. (Foto: Humas Kemenkumham)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tersangka kasus pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun pada tahun 2002, Maria Pauline Lumowa, diekstradisi dari Serbia ke Indonesia. Maria tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang tadi pagi.

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan, Maria yang dikejar sejak jadi buronan selama 17 tahun, tinggal di Belanda.

Baca Juga : Horee, Nasabah Baru BRI Bisa Buka Rekening Secara Online

Dia sebetulnya sudah ditangkap di Serbia sejak setahun lalu, tepatnya pada Juli 2019. Kemudian, melalui proses panjang yang disebut Mahfud sebagai proses senyap, Menkumham Yasonna Laoly menjalin komunikasi dengan pemerintah Serbia.

"Pak Menkumham selama setahun melakukan komunikasi dengan pemerintah Serbia. Sehingga pada akhirnya, tadi malam atau kemarin, sudah diserahkan secara resmi melalui proses kerja sama hukum," ujar Mahfud dalam konferensi pers di ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (9/7).

Baca Juga : Vakum Di Jagat Hiburan, Manohara Nyaman Jadi Relawan Satwa

Pemulangan Maria ke Tanah Air, lanjutnya, dilakukan di detik-detik terakhir menjelang habisnya masa tahanannya di Serbia pada 17 Juli mendatang.

"Bayangkan kalau lewat kira-kira seminggu dari sekarang, kemungkinan akan lolos lagi. Karena pada tanggal 17 yang akan datang, masa penahanan di Serbia akan habis, dan harus dilepas. Itu kalau tidak segera terjadi kesepakatan penyerahan ini," beber eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Baca Juga : Demi Perkuat Pancasila, BPIP Butuh UU PIP

Mahfud, mewakili pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih pada pemerintah Serbia atas segala bantuan dan fasilitas yang diberikan dalam memulangkan Maria. Padahal, negara itu tak punya perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

Di tempat yang sama, Menkumham Yasonna Laoly menyatakan, selama ini pemerintah Indonesia sudah melakukan pengejaran. Maria lari ke Singapura, kemudian menetap di Belanda.
 Selanjutnya