Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pelaksanaan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) membutuhkan sinergi yang solid dalam pelaksanaannya agar goal-nya sesuai harapan, sebagai alternatif pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
Sinergi ini harus dijalin lintas stakeholder antara lain Badan Pengelola (BP) Tapera, BUMN keuangan Sarana Multigriya Finansial (SMF), perbankan dan lembaga pembiayaan lain untuk bisa mengatasi masalah mismatch kebutuhan dana jangka panjang untuk pembiayaan pasar perumahan di Tanah Air.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko Heri D Poerwanto mengatakan, dari sisi regulasi ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum BP Tapera operasional penuh.
Baca juga : Terinspirasi AHY, Rahmad Darmawan Gabung Demokrat
"Perlu Perpres, Permen PUPR dan Permenkeu, peraturan BP Tapera dan beberapa aturan lainnya. Ada banyak aturan lainnya yang harus diselesaikan tahun ini. Jika ini selesai, maka 2021 BP Tapera baru bisa menjalankan fungsinya," ujar Eko dalam Webinar soal Tapera = Affordable Housing? Kamis (16/7).
Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, BP Tapera akan memulai proses pengalihan dana Tabungan Perumahan PNS (Taperum-PNS) dan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada BP Tapera.
"Untuk itu, operasional Tapera akan fokus terlebih dahulu di awal beroperasi pada layanan Aparatur Sipil Negara (ASN). BP Tapera berkomitmen untuk menjadi institusi yang kredibel dan berkelas dunia yang menjalankan prinsip good governance," kata Adi.
Baca juga : Tak Mudah Bujuk Trump Pakai Masker
Ia melanjutkan, dalam menjalankan program Tapera ini, BP Tapera akan melibatkan Bank Himbara, Bank Swasta, Bank Pembangunan Daerah, Bank Syariah, hingga Perusahaan Pembiayaan.
"Tapera mengarahkan fasilitas pembiayaan perumahan untuk pengembangan hunian berkawasan luas agar bisa menghasilkan hunian yang berkualitas dan efisien biaya pembangunan," tambah Adi.
Sementara Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, kerja sama langsung yang bisa dilakukan BP Tapera kepada SMF untuk melakukan penyehatkan pasar dana untuk pembiayaan perumahan adalah dengan cara mekanisme pemupukan.
Baca juga : Demokrasi di Jalan Gelap
"Tapera dapat menanamkan dana yang dimilikinya pada efek yang diterbitkan oleh SMF. Dana tersebut digunakan SMF untuk penyaluran KPR program seperti KPR ASN,TNI/Polri non-MBR atau pun KPR komersial," ujarnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya