Dark/Light Mode

Insinyur Kehutanan Harus Bersaing Di Pasar Global

Kamis, 20 Agustus 2020 15:50 WIB
Menteri LHK, Siti Nurbaya (kedua kanan)  saat pengukuhan dan pengucapan janji 520 insinyur Profesi Insinyur Indonesia (PII) Teknik Kehutanan serta penganugerahan surat tanda registrasi insinyur di Manggala Wanabakti, Rabu (19/8),
Menteri LHK, Siti Nurbaya (kedua kanan) saat pengukuhan dan pengucapan janji 520 insinyur Profesi Insinyur Indonesia (PII) Teknik Kehutanan serta penganugerahan surat tanda registrasi insinyur di Manggala Wanabakti, Rabu (19/8),

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong para insinyur profesional mampu mendukung akselerasi program profesi insinyur yang sangat strategis di era persaingan global saat ini, terutama Badan Kejuruan Teknik Kehutanan (BKTH) dalam mendorong ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya di acara prosesi pengukuhan dan pengucapan janji 520 anggota Profesi Insinyur Indonesia (PII) Teknik Kehutanan serta penganugerahan surat tanda registrasi insinyur di Jakarta, Rabu (19/8).

Dalam sambutannya, Siti juga mendukung penerapan Undang Undang No 11 tahun 2014 yang menyebutkan bahwa Insinyur Asing yang akan bekerja di Indonesia, selain harus mempunyai izin kerja juga harus memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur yang dikeluarkan oleh PII.

"Para pekerja asing harus memiliki Sertifikat Kompetensi Insinyur melalui uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP, " ujar Siti.

Baca juga : Kelly Klein, Korban Perkosaan Di Saat Remaja

Menurutnya, hal ini harus dilakukan untuk melindungi tenaga kerja lokal agar tetap mampu bersaing di pasar global.

“Kita punya peran dalam pengembangan instrumen dan teknologi agar bisa menjadi bagian dari dunia Internasional. SDM Unggul-Indonesia Maju juga dapat diartikan sebagai keberdayaan ilmu pengetahuan, teknologi dan peradaban dalam mengelola sumberdaya alam,” ucapnya.

Di sisi lain dan yang utama bagi para pengawal hutan dan sumberdaya alam Indonesia, yakni memiliki peran menjaga dengan baik, proporsional bagi kemajuan bangsa.

“Itu semua ada pada genggaman tangan kita, baik birokrasi, praktisi dunia usaha, peneliti, akademisi dan aktivis. Kita harus menjaga itu ditangan kita, di pundak kita. Secara profesional dengan wadah, wahana, rambu-rambu dan sosok profesional yang dimiliki, kita harus menjaga tumpah darah Indonesia,” tegas Siti.

Baca juga : Ini Keunggulan Toyota Sienta Welcab

Menteri LHK secara intens meminta untuk terus mengembangkan kekuatan insinyur profesional bidang teknik kehutanan bersama BLI, BP2SDM, para akademisi.

Selain itu, Siti ingin terus didorong langkah-langkah untuk melakukan dinamisasi menuju insinyur profesional menyeluruh di Indonesia.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada perguruan-perguruan tinggi yang telah menyelenggarakan pendidikan profesional ini,” tuturnya.

Kepala Badan Kejuruan Teknik Kehutanan (BKTH), Toni Hadi Widinanto menyampaikan, bahwa BKTH bersama badan kejuruan lainnya, dan insinyur profesi teknik kehutanan akan melangkah bersama, bersinergi demi kepentingan kemajuan bangsa Indonesia.

Baca juga : Permintaan Online Terus Naik, UMKM Harus Bertransformasi Digital

“Kita harus selalu ingat kepada generasi penerus, harus ada rasa tanggung jawab agar generasi penerus bisa mandiri dan sukses sesuai zaman dan tantangannya,” ucap Toni.

Senada dikatakan Ketua Umum Profesi Insinyur Indonesia, Heru Dewantoro bahwa keinsinyuran telah mengubah dan membawa dunia ke tahapan sekarang ini.

“Hari ini kita telah memiliki 520 insinyur profesional, termasuk insinyur profesi teknik kehutanan didalamnya,” tutur Heru. (FIK)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.