Dark/Light Mode

Kali Ini Soal Buruknya Komunikasi Antar Pejabat

Jokowi Ngeluh Lagi

Selasa, 25 Agustus 2020 06:29 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Instagram)
Presiden Jokowi. (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Sementara dalam hal lainnya, Presiden kelihatan ‘happy’. Seperti ketika ia mengapresiasi upaya Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam mendapatkan vaksin. Pun demikian ketika menyinggung upaya pemulihan ekonomi. Dia hanya memberikan penekanan-penekanan untuk memperjelas perintahnya.

Tiga sosok yang disebut-sebut Jokowi dalam hal pemuliham ekonomi itu antara lain Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Baca juga : Warga Kota Bekasi Diminta Semangat Benahi Kampung Agar Lebih Layak Huni

Bagus apa jelekkah Presiden sering ngeluh? Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago berharap Presiden tidak larut dalam keluhannya. Harus ada langkah tegas: reshuffle. “Presiden kan katanya nggak punya beban,” ujar Pangi, tadi malam.

Khususnya orang-orang yang duduk di lingkaran presiden saat ini. Pangi menilai kebanyakan di antara mereka kurang piawai dalam mengelola di seminasi maupun meng-counter isu. “Makin amburadul lagi ketika presiden lebih percaya dengan menggelontorkan biaya yang besar untuk maintenance buzzer dan influencer, yang sebenarnya bukan membuat menjadi baik, justru makin hancur,” nilainya.

Baca juga : Industri Digital Bisa Wujudkan Harapan Jokowi Bangkitkan Ekonomi

Pakar komunikasi Anthony Leong juga kecewa dengan strategi komunikasi yang dijalankan tim Jokowi saat ini. Menurutnya, penting disiapkan road map untuk men-deliver informasi kepada masyarakat secara tepat dan terbuka. Sehingga komunikasi antar stakeholders bisa disinkronisasi dan diharmonisasi. Tidak simpangsiur dan keteteran seperti saat ini. “Bukan salah jurnalis. Tapi lembaga lembaga pemerintah ini tidak bisa mengkomunikasikan,” nilai jebolan FISIP UI itu, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Ia menyadari, para pejabat saat ini bekerja di bawah tekanan. Namun, ia mengingatkan agar tugas yang diemban anak buah Jokowi tidak dalam nuansa sedang berpolitik, tapi bernegara. Karena itu, penting tim Jokowi untuk meng-create konsep public relation (PR) yang baik di platform yang tepat. Bukan malah melimpahkan kepada tugas kehumasan kepada buzzer ataupun influencer.

Baca juga : Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan

“Jangan sampai kepercayaan rakyat dan Internasional hilang. Ini bahaya. Jangan sampai asing mengucilkan dan mengecilkan kita,” ingatnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.