Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri Diminta Transparan Kelola Anggaran Covid-19
Presiden Dukung BPK Pelototin Duit Corona
Rabu, 9 September 2020 06:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memberi restu kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengawasi sekaligus mengaudit anggaran penanganan Virus Corona (Covid-19).
Dalam pesannya kepada Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Jokowi berharap BPK tak hanya memantau pemakaian anggaran penanganan Covid-19 agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan, tapi juga memberikan solusi dalam menangani krisis pandemi Corona.
“Kami mendukung pemeriksaan ini dilakukan segera untuk mendukung pelaksanaan kegiatan untuk menemukan solusi bagi cara-cara baru yang lebih baik dalam menangani krisis,” kata Jokowi saat membuka kick of meeting pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam pandemi Covid-19 di Istana Negara, kemarin.
Sekadar informasi, pengelolaan keuangan negara selama masa pandemi berlandaskan pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.
Baca juga : Biar Transparan, Jokowi Dukung BPK Periksa Anggaran Penanganan Corona
Pada Mei lalu, aturan itu disahkan menjadi undang-undang. Melalui aturan itu, pemerintah punya kewenangan untuk memanfaatkan anggaran secara cepat demi menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyambut baik upaya BPK ini. “Saya berharap dengan pemeriksa memiliki frekuensi yang sama untuk keutamaan, kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.
Jokowi kembali menegaskan kepada seluruh menteri agar dalam pengelolaan anggaran penanganan Covid-19 tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabel dan inovatif untuk mengutamakan tujuan utama yang sedang dijalankan.
Jokowi mengakui pandemi Covid-19 mau tidak mau telah memaksa pemerintah untuk melakukan penanganan dengan cepat. Hal ini dilakukan tidak hanya melalui tindakan diplomatis seperti melokalisir masyarakat di daerah penyebaran virus, agar tak melebar ke mana-mana.
Baca juga : Strategi Pemerintah Tangani Covid-19 Adalah Dengan Perbanyak Kampanye
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Rumah Sakit (RS) Rujukan, ruang isolasi, alat kesehatan hingga obat-obatan. Begitu juga dari sisi ekonomi, pemerintah mau tidak mau harus melakukan realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Dari mulai bantuan sosial (bansos) tunai dan bantuan modal untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tak ketinggalan memberikan kebijakan restrukturisasi kredit agar ekonomi tidak terpuruk.
“Pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah dari pusat sampai daerah termasuk TNI, Polri dan BUMN melakukan langkah-langkah extraordinary dalam menghadapi krisis kesehatan dan krisis perekonomian,” katanya.
Sementara, Ketua BPK Agung Firman Sampurna menyatakan, pemeriksaan pengelolaan keuangan dan tanggung jawab keuangan negara yang menyeluruh dibutuhkan untuk menjamin penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.
Baca juga : Pelanggaran Perdagangan Online Naik Selama Corona
Seluruh auditorat BPK dalam tiga bulan terakhir secara intensif telah melakukan pengumpulan data dan informasi terkait objek pemeriksaan yang akan dilaksanakan.
“BPK juga telah melakukan kajian mendalam terkait jenis tujuan dan program pemeriksaan. Kami juga telah bicarakan hal ini dengan Presiden, dan Alhamdulillah Presiden berikan dukungan penuh kepada BPK untuk melakukan pemeriksaan ini,” tuturnya. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya