Dewan Pers

Dark/Light Mode

Waspadai Penularan Covid-19 Dari Orang Terdekat

Kamis, 1 Oktober 2020 21:41 WIB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. (Foto: BNPB)
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta seluruh lapisan masyarakat, untuk memahami dan menyadari, bahwa manusia menjadi perantara utama menularnya virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Perantara penularan penyakit Covid-19 berbeda dengan flu burung atau flu babi.

Penularan virus corona jenis baru terjadi, setelah ada kontak langsung dari orang-orang terdekat. “Covid-19 ini yang menyebarkan bukan seperti flu burung atau flu babi. Flu babi dan flu burung ditularkan oleh hewan. Covid-19 ini ditularkan oleh manusia,” jelas Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan bersama Pemerintah Provinsi Aceh, di Aceh, Sabtu (26/9).

Berita Terkait : Cegah Penularan Covid-19, Kemendagri Bakal Pasang 144 ADM

Terjadinya penularan penyakit yang menyerang sistem pernafasan itu justru berasal dari orang-orang yang terdekat, dan berada di lingkup sekitar.

Dengan kata lain, orang-orang terdekat ini saling mengancam apabila tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Bukan orang yang jauh dari kita. Yang menulari kita adalah orang yang terdekat. Siapa orang terdekat? Mereka adalah keluarga, saudara, sanak, famili atau teman sekerja. Itulah yang berpotensi. Jadi sebenarnya, kita yang terdekat satu sama lain itu adalah saling mengancam. Kalau tidak hati-hati,” jelas Doni.

Berita Terkait : Cegah Penularan Corona, Menperin: Buruh Jangan Demo Dan Mogok Kerja

Terbukti, data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, tujuh persen penderita Covid-19 di Wisma Atlet adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah.

Hal ini menunjukkan bahwa para penderita Covid-19 tertular dari orang-orang yang berada di dekatnya. “Tujuh persen responder yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet itu adalah kelompok yang tidak pernah beraktivitas di luar rumah,” ungkap Doni.

Data itu menegaskan, tidak ada lagi tempat yang aman. Terutama, bagi wilayah yang berada pada zona pandemi.
 Selanjutnya