Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasca Demonstrasi Tolak Undang-Undang Cipta Kerja
Khawatir Klaster Keluarga Naik Semoga Dokter Tidak Kelelahan
Senin, 12 Oktober 2020 06:05 WIB
Sebelumnya
Pihaknya juga terus menggencarkan kampanye #ingatpesanibu, #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun demi meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan penyebaran Covid-19.
“Ketika pulang ke rumah, bertemu dengan orang-orang yang disayangi, orang-orang yang dikasihi, bisa juga mereka yang tidak keluar rumah pun akan terpapar Covid-19. Risikonya sangat besar bagi keluarga yang rentan atau mereka yang sudah lansia,” katanya.
Baca juga : Jokowi Tidak Berubah Sikap
Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini juga mengingatkan tentang keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi.
Maraknya unjuk rasa atau demo untuk menolak RUU Cipta Kerja membuat kasus Corona di Indonesia berpotensi melonjak. Hal ini bisa membebani kerja para tenaga kesehatan yang sudah berat.
Baca juga : GMNI Siap Gugat Undang-Undang Cipta Kerja Ke Mahkamah Konstitusi
Padahal, kata dia, penanganan kesehatan sudah semakin baik. Jumlah rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19 juga bertambah dan dengan fasilitas yang semakin baik.
“Kami berharap dokter-dokter tidak kelelahan, sehingga dokter punya waktu dan kesempatan untuk relaks, untuk istirahat. Karena kalau kita bebankan, dokter tidak punya waktu yang cukup untuk istirahat, maka dampaknya juga sangat fatal,” jelasnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya