Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mendagri Ingatkan Pemerintah Daerah

Anggaran 3T Kudu Lebih Besar Dibanding Bansos

Rabu, 11 Nopember 2020 07:08 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. (Dok.RMCO)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. (Dok.RMCO)

 Sebelumnya 
Di acara tersebut, Tito juga mengapresiasi launching 5 juta masker untuk masyarakat Provinsi Kepri yang dinilai program terbesar di Indonesia.

Masker tersebut terkumpul dari bantuan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Temasek Singapura, Konjen Singapura, pemerintah daerah, TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan dari unsur masyarakat Kepri.

Tito berharap kegiatan itu dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam melindungi dirinya. “Program masker ini sangat penting. Ini bagian pengendalian Covid-19.

Berita Terkait : Sandi Dorong Pemerintah Manfaatkan GSP AS Untuk Kerek Perdagangan

Saat melantik Pejabat Sementara Gubernur (Kepri), saya sampaikan ini. Saya sampaikan (tugas utama) menjaga agar pilkada aman dan lancar. Kemudian pengendalian Covid19,” tuturnya.

Tito mengatakan, akibat pandemi Covid-19, saat ini dunia tidak hanya mengalami krisis kesehatan, tapi sudah krisis multidimensi. Sehingga setiap kepala daerah diminta turut menyelesaikan krisis multidimensi.

Dan langkah itu tidak cukup hanya fokus pada penanganan Covid-19, tapi juga dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran, harus berorientasi pada stimulus ekonomi serta bansos.

Berita Terkait : Petualangan Sherina Berakhir Di Baskara

“Itu harus dikoordinasikan ke DPRD. Alokasi juga, tidak hanya fokus pada Covid,” ujarnya.

Saat ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan tengah merumuskan relokasi dan refocussing anggaran.

Sehingga, anggaran digunakan kepala daerah untuk menyelesaikan krisis multidimensi. “Jadi kita harus memperhatikan perekonomian, walau yang utama kesehatan,” ulangnya. [DIR]