Dewan Pers

Dark/Light Mode

Muhadjir: Vaksinasi Untuk Lindungi Kesehatan Dan Dorong Produktivitas Ekonomi

Selasa, 8 Desember 2020 12:47 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Kemenko PMK)
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Biotech telah tiba di Indonesia Minggu malam (6/12). Dengan kedatangan ini, pemerintah mulai siap-siap melakukan vaksinasi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, tujuan vaksinasi adalah untuk mengurangi risiko kesehatan sampai risiko sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19.  

Berita Terkait : Vaksin Datang, Airlangga: Keselamatan Rakyat Prioritas Utama Penanganan Covid-19

"Tujuan vaksinasi adalah untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan, serta untuk mendorong produktivitas ekonomi dan meminimalisir dari akibat menurunnya hibernasi ekonomi di Indonesia," ujar Muhadjir, dalam konferensi pers secara daring terkait tindak lanjut kedatangan vaksin Covid-19, Senin (7/12).

Muhadjir menjelaskan, untuk tahap pertama, pemberian vaksin akan diprioritaskan kepada beberapa kelompok. Pertama, mereka yang bekerja di garda depan melawan Covid-19, seperti petugas medis dan petugas lapangan. Kedua, kelompok risiko tinggi, seperti yang memiliki riwayat penyakit penyerta dan usia lanjut. Ketiga, kelompok risiko dari contact tracing dan keluarga dari kontak kasus.

Berita Terkait : Menkeu: UU Cipta Kerja Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Selain mempertimbangkan kelompok prioritas, Muhadjir menegaskan, vaksinasi juga harus memerhatikan latar geospasial dan lokasi kemungkinan terjadi penumpukan partikel virus. Dia menjelaskan, Presiden Jokowi meminta agar hal tersebut betul-betul diperhatikan dalam proses vaksinasi.

"Sehingga penggunaan vaksin nanti betul-betul efisien, tidak asal hantam merata. Tetapi betul-betul terseleksi berdasarkan siapa yang paling berada di garda depan, yang sangat rentan sebagai orang yang akan terinfeksi, maupun sebagai penyebar," tegasnya.

Berita Terkait : Penggunaan BBM RON Rendah Rusak Lingkungan Dan Pengaruhi Ekonomi

Muhadjir menambahkan, vaksinasi juga dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat keterpaparan Covid-19 di wilayah-wilayah Indonesia yang tidak merata dengan intensitas yang sama. Sehingga, pemetaan pemilihan lokasi untuk vaksin perlu diperhatikan dengan seksama. "Juga, dipertimbangkan tentang tingkat mobilitas penduduk orang dari satu tempat ke tempat lain," tukasnya.

Terkait kehalalan vaksin, Muhadjir menuturkan, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) selaku Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) terus berkoordinasi dengan Sinovac, Bio Farma, untuk melanjutkan kajian aspek kehalalan penggunaan vaksin. [DIR]