Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Aksi Quick Response Team Ditjen Hubla Tekan Pencemaran Minyak Di Laut
Selasa, 15 Desember 2020 13:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kapal keruk atau Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) King Richard X tenggelam di perairan sekitar area berlabuh jangkar, di Batu Ampar, Batam, Minggu (13/12) malam. Tak lama setelah kejadian, Quick Response Team (QRT) atau tim reaksi cepat Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bergerak cepat dengan melakukan penggelaran oil boom di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Direktur KPLP Ahmad mengatakan, hal ini harus segera dilakukan guna mengantisipasi pencemaran minyak di laut lebih luas. Apalagi, lokasi Batam berhadapan langsung dengan Singapura. Penanganannya harus komprehensif, termasuk untuk salvage kapal TSHD King Richard X, sehingga tumpahan minyak dapat dilokalisir dan tertangani dengan baik.
"Setelah mendapat laporan, kami langsung bergerak cepat melakukan penggelaran oil boom (alat untuk melokalisir tumpahan minyak) oleh KN Trisula P.111 dari Pangkalan PLP Tanjung Uban, KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Khusus Batam dan dibantu owner kapal THSD King Richard X. Untuk mengantisipasi pencemaran minyak lebih luas, kami mengerahkan 4 armada yakni, KN Trisula P.111, KN Rantos P.210, KN Kalimasadha P.115, serta ditambah Armada Kapal Patroli dari KSOP Khusus Batam," kata Ahmad, dalam keterangan yang diterima RMco.id, Selasa (15/12).
Baca juga : Tiba di Moskow, Dubes Jose Tavares Siap Mantapkan Hubungan RI Dengan Rusia Dan Belarus
Dijelaskan Ahmad, selain melakukan penggelaran oil boom, KSOP Khusus Batam juga langsung meminta VTS Batam untuk membuat Notices To Marines (NTM). Selain itu, untuk mengantisipasi kecelakaan, kapal pihaknya telah meminta owner kapal untuk memasang penanda pada lokasi tenggelamnya kapal.
"Kami juga telah mendapat laporan pihak agen atau owner kapal sudah menyurati ke Disnav Kelas I Tanjung Pinang untuk dibuatkan rambu penanda untuk kerangka kapal tersebut dan juga sudah memberikan surat ke KSOP Khusus Batam," ujar Ahmad.
Sebelumnya, dilaporkan Kapal Keruk Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) King Richard X berbendera Indonesia tenggelam di perairan sekitar area berlabuh jangkar Batu Ampar pada posisi 01° 09' 30'' N/ 103° 56' 48 E, Minggu (13/12), pukul 23.00 sampai dengan 24.00 WIB. Saat kejadian, kapal ini dalam posisi labuh jangkar sejak Maret 2018 dengan diawaki 4 orang crew kapal sebagai pengawas.
Baca juga : Soal Nama Anies Dan Mega Dalam Ujian Sekolah, Ini Penjelasan Disdik DKI
Saat kejadian, kapal semula mengalami kebocoran yang menyebabkan miring 5 derajat. Setelah kemiringan 12 derajat, 4 orang crew kapal langsung dievakuasi KRI Beladau untuk kemudian dimintai keterangan.
Ahmad melanjutkan, saat ini pihaknya bersama pihak terkait masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab tenggelamnya kapal TSHD King Richard X. "Akibat kejadian ini dilaporkan tidak ada korban jiwa, saat ini masih dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan crew kapal mengenai penyebab tenggelamnya kapal tersebut," sebut Ahmad.
Ahmad berharap, kapal dapat segera dievakuasi sehingga tidak membahayakan alur lalu lintas pelayaran. Pihaknya juga mengapresiasi kesigapan personil di lapangan yang telah terlibat dalam operasi ini. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya