Dark/Light Mode

Warga Abai Prokes Penyebab Kasus Positif Covid Melonjak

Minggu, 27 Desember 2020 10:35 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 KKemenkes, Siti Nadia Tarmizi. (Foto: KPCPEN)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 KKemenkes, Siti Nadia Tarmizi. (Foto: KPCPEN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lonjakan kasus Covid-19 selama tiga hari ini terjadi, karena testing yang tepat sasaran pada suspek atau kontak erat. Hal ini ditegaskan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi.

Selama tiga hari terakhir, setiap harinya penambahan kasus Covid-19 lebih dari 7.000 kasus. Rinciannya, 7.514 kasus pada 23 Desember, 7.199 kasus pada 24 Desember, 7.259 kasus pada 25 Desember. Sedangkan 26 Desember terjadi penurunan 6.740 kasus.

Nadia menjelaskan, penemuan kasus yang banyak itu dikarenakan testing yang tepat sasaran. Misalnya, pada semua orang yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19.

Berita Terkait : Prokes Kendur, Kasus Positif Covid Pasti Naik

“Kita benar-benar tes orang yang paling mungkin terinfeksi atau terpapar Covid-19. Orang yang kita curigai positif itu, begitu kita testing tepat sasaran,” katanya, kemarin.

Selain itu, kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes ini, banyak ditemukannya kasus positif juga lantaran banyak masyarakat yang abai dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes).

“Sehingga banyak orang yang terpapar, kemudian terinfeksi. Jadi sekarang banyak yang positif itu karena upaya pencegahannya longgar,” imbuhnya.

Berita Terkait : Satgas Covid-19: Please, Jangan Kendorkan Protokol Kesehatan!

Karena itu, dia mewanti-wanti masyarakat agar kembali mematuhi prokes karena upaya 3T (testing, tracing dan treatment) Covid-19 di Indonesia semakin membaik. Warga diminta berhati-hati menjalin komunikasi dengan orang yang positif Covid-19 atau suspek agar tidak ikut terinfeksi.

“Kapasitas lab kita juga membaik. Sehingga kita juga bisa mendeteksi lebih cepat,” tegas Nadia.

Berdasarkan data Kemenkes sampai kemarin, setidaknya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanah Air bertambah 6.740 kasus. Sehingga totalnya naik menjadi 706.837 kasus.

Berita Terkait : DKI Makin Kritis, Faskes Keteteran

Kasus sembuh, bertambah 6.389 kasus. Totalnya jadi sebanyak 576.693. Sementara kasus meninggal dunia juga bertambah sebanyak 147 kasus. Alhasil totalnya mencapai 20.994 kasus.

Kasus terkonfirmasi Covid-19 terjadi di 510 kabupaten/kota dan 34 provinsi. Sedangkan suspek sebanyak 68.061 kasus dan spesimen yang diambil sebanyak 44.581 spesimen. [DIR]