Dark/Light Mode

Percepat Pemulihan Pasca Gempa Sulbar, Menteri Basuki Libatkan BUMN Karya

Senin, 18 Januari 2021 08:45 WIB
Penanganan darurat bencana gempa bumi di Mamuju Sulbar, menjadi perhatian Presiden Jokowi. (Foto:kemenpupr)
Penanganan darurat bencana gempa bumi di Mamuju Sulbar, menjadi perhatian Presiden Jokowi. (Foto:kemenpupr)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melibatkan sejumlah BUMN Karya dalam penanganan darurat bencana gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

"Kita libatkan kontraktor BUMN Karya  yang kebetulan sedang bekerja di Sulbar, yakni PT. Waskita Karya, PT Hutama Karya, dan PT Brantas Abipraya," ujar Basuki saat meninjau penanganan darurat bencana gempa bumi di Mamuju, Sulbar, Minggu (17/1).    

Basuki mengaku, telah  menyiapkan empat langkah cepat penanganan darurat bencana gempa bumi di Mamuju, Sulbar. Pertama, prioritas untuk membuka konektivitas Majene dan Mamuju, supaya bisa diakses seperti semula untuk memudahkan distribusi logistik. Terutama, Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Berita Terkait : Baznas Kirim Tim Medis Ke Lokasi Gempa Di Sulawesi Barat

Kedua, membersihkan puing-puing. “Saya mendapatkan informasi, menurut Basarnas, semua korban sudah bisa dievakuasi. Sehingga, kami bisa masuk membersihkan puing-puing. Saya beri waktu tidak lebih dari dua minggu, semua harus bersih," tegas Basuki.

Ketiga, menyediakan sarana pendukung di pengungsian, terutama sanitasi dan air bersih. "Kami menyediakan toilet-toilet mobile, dan membangun toilet permanen. Termasuk, akses sumber air bersihnya," tuturnya. 

Keempat, semua bangunan akan diaudit teknis kelayakannya, khususnya bangunan pemerintah dan perumahan yang masih berdiri. 

Berita Terkait : Warga Majene Diminta Hati-hati, Kemungkinan Ada Gempa Susulan

"Ini penting, untuk menentukan layak atau tidaknya bangunan. Meskipun terlihat kasat mata, sekilas masih bagus. Jika masih layak untuk digunakan, maka cukup direnovasi sedikit," ujarnya. 

Hasil auditny, akan menjadi data untuk program  penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Sulbar.

Jaringan irigasi yang rusak akibat gempa, seperti irigasi juga sudah kembali normal. 

Baca Juga : Jangan Lupa, Genjot Potensi Pariwisata-Kuliner Sumatera Barat

Untuk bergerak cepat dalam penanganan tanggap darurat, Basuki menunjuk Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II, Ditjen Bina Marga Thomas Setiabudi Aden sebagai komandan lapangan penanganan darurat bencana gempa di Sulbar.

Saat ini, Kementerian PUPR telah mengerahkan alat berat untuk memulai pembersihan puing-puing bangunan di Kabupaten Mamuju dan Majene yang kondisinya paling parah. Alat berat yang telah dikerahkan berupa 9 excavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit dozer, 1 unit tronton, 5 unit dump truck, dan 1 unit mobil crane

Kementerian PUPR juga menyediakan sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi bagi pengungsi dan masyarakat terdampak, yang meliputi 6 unit mobil tangki air, 30 unit tangki air, 1 unit mobil toilet, dan 10 unit tenda darurat. [FIK]