Dark/Light Mode

Kasus Corona Makin Naik, Harusnya Lebih Ketat Lagi

PPKM Bakal Diperpanjang

Kamis, 21 Januari 2021 07:29 WIB
Waki Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Syafrizal . (Foto: Dok. BNPB)
Waki Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Syafrizal . (Foto: Dok. BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali sudah diberlakukan hampir selama dua pekan ini. Namun, angka kasus Covid-19 di Tanah Air masih terus naik. Pemerintah berencana memperpanjang kebijakan ini.

Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Syafrizal mengatakan, rencana perpanjangan PPKM itu telah dibahas pemerintah pada rapat kabinet, Selasa (19/1) lalu.

Berita Terkait : Kembali Belanja Ke Warung Tetangga

perpanjangan PPKM diharapkan bisa menekan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang saat ini masih tinggi. “Akan diperpanjang untuk dua minggu ke depan, setelah 25 Januari,” ujar Syafrizal dalam acara Sosialisasi Surat Edaran nomor 903/145/SJ yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam negeri (Kemendagri), di Jakarta, kemarin.

Dia juga meminta daerah yang kasus Coronanya masih tinggi untuk mengevaluasi penanganan pandemi di daerahnya. Harus ada perbaikan.

Berita Terkait : Pembatasan Masuk Indonesia Dari Luar Negeri Sudah Tepat

Kemendagri melakukan monitoring. terutama, terhadap provinsi-provinsi yang masuk zona merah. “Kepada daerah-daerah itu, sesuai Surat Edaran Mendagri, untuk melakukan hal-hal, perbaikan-perbaikan, improve dalam penanganan kesehatan,” tegas Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (adwil) Kemendagri ini.

Daerah-daerah tersebut diharapkan menaikkan indikator kesembuhan dengan memperbaiki beberapa kapasitas kesehatan, serta menaikan BOR (bed occupancy rate) alias kapasitas rumah sakit, jika angka yang ditentukan sudah terlampaui.

Berita Terkait : Masyarakat Please Jangan Ndableg

Secara terpisah, epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengimbau masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. “Kasus Covid-19 itu meningkat banyak karena masyarakatnya memang abai terhadap protokol kesehatan,” ujarnya.
 Selanjutnya