Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ngantor Di Bali

Sandiaga Minim Pujian

Jumat, 29 Januari 2021 08:19 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sedang bekerja keras memulihkan pariwisata di tengah gempuran Corona. Dari kemarin sampai Sabtu, Sandi memilih berkantor di Bali. Tujuannya, memantau langsung pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Dewata itu. Sayangnya, langkah Sandi ini kurang diperhatikan publik. Tak banyak yang memujinya.

Sandi terbang ke Bali menggunakan penerbangan pagi dari Bandara Soekarno-Hatta. Sesampai di Bali, Sandi bergegas menuju Politeknik Pariwisata di Kuta Selatan, Badung, tempatnya ngantor sementara. Oleh pihak Politeknik, Sandi disuguhi jamu tradisional loloh cemcem.

Agenda Sandi di sana ternyata cukup padat. Mulai dari mendengarkan arahan Presiden Jokowi secara virtual, kemudian dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Riset dan Teknologi terkait riset dan inovasi untuk mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif.

Berita Terkait : Ngantor Di Pusat Krisis

Tak berhenti di situ, Sandi selanjutnya menggelar Rapat Pimpinan dengan sistem hybrid: peserta hadir secara fisik dan virtual. Pembahasannya, soal hasil kunjungan kerja ke Batam dan Bintan, pekan lalu. Kemudian, persiapan infrastruktur di lima destinasi wisata super prioritas. Baik infrastruktur utama maupun penunjang seperti interkoneksi. Selain itu, dia membahas kerja sama dengan Nongsa Digital Park. Tujuannya, agar lapangan kerja di sektor animasi, perfilman, dan informasi telekomunikasi terbuka. 

"Berkantor di Bali memudahkan saya mengatur jadwal untuk berinteraksi. Karena, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali ini sangat terguncang dengan adanya pandemi. Di kuartal ketiga kemarin, minus 12 persen ekonominya. Ini koreksi terdalam yang dirasakan Provinsi Bali," ungkapnya.

Meski agendanya di Bali terbilang padat, Sandi merasa terpuaskan dengan keindahan alam di sana. Bahkan, dia telah menyusun berbagai rencana kegiatan dan mengkampanyekan sejumlah langkah seperti "Work from Bali dan Study from Bali". “Ada beberapa kegiatan yang kita susun dan rencananya kami akan mendengar langsung dari pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ucap mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Berita Terkait : Vaksin Corona Sputnik V Sudah Sampai Tahap Persetujuan

Sayangnya, langkah Sandi ini dianggap biasa saja. Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih, jika hanya di Bali, langkah Sandi hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi destinasi wisata lain.

"Kalau mau menghidupkan ekonomi kreatif, kan tidak hanya di Bali, tapi seluruh Indonesia. Betul akan ada kecemburuan sosial dari daerah lain. Makanya, yang seperti ini perlu dicarikan solusinya," ucap politisi PKS ini, saat dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Di dunia maya, Sandi juga minim pujian. Sebagian warganet menyatakan, Bali sudah ramai, tak perlu lagi ditongkrongi menteri. "Bali sudah cukup baik Pak. Mending Bapak berkantor di Labuan Bajo. Labuan Bajo masih muda soalnya, perlu arahan. Kalau Bali, sudah dari zaman Soekarno diarahkan. Jangan lupa ke Maluku ya Pak," saran @SaranTukang. 

Berita Terkait : Longsor Kota Kupang, 2 Warga Meninggal Dunia

Ada juga yang suudzon. "Berkantor atau berlibur yang mulia Bapak Menteri," sindir @OriAbdullah1. "Sekalian liburan. Mumpung jadi menteri," timpal @BayoebadraT. [MEN]