Dewan Pers

Dark/Light Mode

Potensi Lautnya Melimpah, KKP Dongkrak Ekonomi Biak

Kamis, 18 Februari 2021 11:42 WIB
Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kabupaten Biak Numfor, Papua.  (Foto: Ist)
Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kabupaten Biak Numfor, Papua. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan potensi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kabupaten Biak Numfor, Papua sangat besar.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti mengatakan, SKPT bahkan dapat menjadi sentra pangan dengan sektor perikanan sebagai komoditas utama di daerah tersebut.

"Dimulai sejak 2017, kita harapkan melalui SKPT yang kita kawal ini bisa menjadi pengungkit ekonomi masyarakat Biak," katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (18/2).

Artati menegaskan, pembangunan SKPT Biak tak hanya berupa sarana dan prasarana, melainkan termasuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) perikanan. Ia menuturkan, pembangunan sarana dan prasarana meliputi gudang beku terintegrasi atau Integrated Cold Storage System (ICS) berkapasitas 200 ton, Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Fandoi, pemberian 100 unit kapal berukuran 3GT beserta alat tangkapnya.

Berita Terkait : BMKG: Potensi Sambaran Petir Meningkat, Warga Jateng Diminta Waspada

Lalu, ada penyediaan sarana rantai dingin berupa 1 unit iceflake machine, 603 unit cool box, 388 unit chest freezer dan 1 unit kendaraan berpendingin roda 6 serta pembangunan dermaga tambahan di PPI Fandoi untuk tambat kapal 3 GT, pasar Ikan Fandoi di Distrik Biak Kota, dan pasar ikan Bosnik di Distrik Biak Timur.

Kemudian dari sisi pembangunan SDM perikanan, lanjut Artati, KKP mengedukasi nelayan dari menangkap ikan secara tradisional menuju modern dengan menggunakan kapal motor. Melatih cara penangkapan dan penanganan ikan yang baik diatas kapal serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dari kelompok informal menjadi berbadan hukum koperasi.

"Tujuan dari pembangunan SDM ini untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi masyarakat nelayan," jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Biak Numfor Effendi Igirisa mengatakan, pembangunan SKPT telah memberikan kesempatan bagi nelayan untuk memanfatkan sumber daya ikan lebih optimal dan tentunya berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

Berita Terkait : Jokowi: PPKM Mikro Tak Hambat Ekonomi Indonesia

"Sejak beroperasi, SKPT Biak tingkat pendapatan nelayan meningkat hampir tiga kali lipat per bulannya," ujarnya.

Sementara itu, dari sisi permodalan usaha, Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP KKP Catur Sarwanto sebagai penanggung jawab SKPT Biak menyebutkan, telah menjadi penghubung nelayan dengan lembaga bank dan nonbank untuk mengakses permodalan.

Tercatat pada Mei 2020, terdapat 42 nelayan yang telah menerima pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI sebesar Rp2,1 miliar dan 19 Kredit Umum Bulanan (KUB) telah menerima pencairan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) dengan total sebesar Rp2,06 miliar.

Tak hanya mempersiapkan di sisi hulu, Catur juga mempersiapkan aspek hilir sebagai integrasi bisnis SKPT Biak Numfor, seperti dengan mempromosikan peluang usaha dan investasi Kabupaten Biak Numfor dalam forum bisnis. Hasil dari kegiatan ini, yaitu adanya penandatanganan rencana investasi Gudang beku dari PT. Lautan Pasifik Indonesia dan pembangunan pabrik es dari pihak swasta.

Berita Terkait : Peran Media Dongkrak Industri Logistik Nasional

Kemudian, mengajak pemilik kapal dari Indramayu, Pati, Bitung dan Gorontalo untuk menangkap serta menyimpan ikannya di ICS SKPT Biak. "Kita menargetkan tahun ini ICS SKPT Biak bisa menjual ikan keluar Biak dan mudah-mudahan dapat melakukan ekspor pada kesempatan selanjutnya," ucapnya. [KPJ]