Dark/Light Mode

Produknya Sukses Mejeng Di Abu Dhabi

Kementerian BUMN Siap Bentuk Holding Industri Pertahanan

Selasa, 23 Februari 2021 22:33 WIB
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian BUMN tengah menyiapkan lima perusahaan pelat merah bidang pertahanan menjadi Holding BUMN Industri Pertahanan tahun ini.

Adapun kelima BUMN tersebut, yakni PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, PT Pindad (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero) dan PT Len Industri (Persero) sebagai holding company (induk perusahaan).

Direktur Bisnis dan Kerjasama Len Industri Wahyu Sofiadi mengatakan, pihaknya saat ini di tengah masa transformasi menjadi holding BUMN Industri Pertahanan Indonesia.

"Lima perusahaan BUMN Pertahanan akan digabung dalam holding yang dinamakan DEFEND ID (Defence Industri Indonesia) oleh Kementerian BUMN,” ujar Wahyu, melalui siaran pers, kemarin.

Berita Terkait : Pengusaha: Stimulus Bantu Pemulihan Industri Pariwisata

Menurutnya, sebagai langkah untuk masuk ke global supply chain technology partner, Len Industri dan BUMN Industri Pertahanan memiliki rencana strategic partnership dengan perusahaan global di tiga matra (darat, laut, udara).

"Tujuannya, untuk meningkatkan penguasaan kompetensi kunci dan memandirikan industri pertahanan dalam negeri," kata dia.

Sehingga, berimbas pada peningkatan sustainability dan skala bisnis. Seperti adanya recurring income dari bisnis MRO (Maintenance, Repair & Overhaul), hingga pengurangan ketergantungan impor produk utama.

Bahkan, DEFEND ID memiliki target ambisius dalam jangka waktu menengah ke depan, yakni menjadi Top 50 perusahaan bidang industri pertahanan di dunia.

Berita Terkait : Wamenhan Perkuat Teknologi Dan Industri Pertahanan Nasional

Selain itu, holding ini juga mencanangkan target skor TRL & MRL (Technology Readiness Levels & Manufacturing Readiness Level) di angka 8-8. Dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen untuk proyek-proyek pertahanan.

Saat ini, untuk melakukan promosi produk-produk industri pertahanan di pasar luar negeri, khususnya di wilayah Uni Emirat Arab (UAE), Len Industri bersama PAL Indonesia, Pindad dan PTDI mengikuti Pameran IDEX & Navdex 2021 yang digelar pada 21-25 Februari 2021 di Abu Dhabi.

Bahkan, keikutsertaan BUMN dalam pameran internasional 2 tahunan ini diinisiasi Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) dengan mendirikan Paviliun Indonesia.

Ia menuturkan, kegiatan ini sebagai ajang temu dalam membangun jaringan mitra di luar negeri, terutama partner teknologi.

Berita Terkait : Jaga Iklim Investasi, Kemenperin Dukung Masa Pengkreditan PPN Diperpanjang

Contohnya, kata dia, BUMN Indhan di Abu Dhabi sedang menawarkan portofolio yang sudah dimiliki, mengingat banyak pengalaman sebagai mitra kerja Kemhan dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) di bidang pertahanan.

"Seperti kami (Len Industri) sudah memproduksi radio sendiri, target drone, sistem senjata, command and control,” katanya.

Untuk itu, perseroan telah melakukan penandatanganan NDA (Non Disclosure Agreement) dan penjajakan kerja sama dengan Rohde & Schwarz pada Senin (22/2), untuk joint production and development alat komunikasi militer.

"Ini untuk membangun kemampuan network centric warfare TNI melalui sistem C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance) yang terintegrasi," terangnya. [IMA]