Dark/Light Mode

Tepis Hoaks, KPCPEN: Vaksin Gotong Royong Gratis Untuk Karyawan dan Buruh

Selasa, 23 Februari 2021 23:17 WIB
Koordinator PMO Komunikasi Publik KPCPEN Arya Sinulingga. (Foto: Istimewa)
Koordinator PMO Komunikasi Publik KPCPEN Arya Sinulingga. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Koordinator PMO Komunikasi Publik KPCPEN Arya Sinulingga menangkis berbagai hoaks soal vaksin mandiri atau Vaksin Gotong Royong. Arya menyebut, salah satu hoaks yang beredar adalah vaksin itu hanya untuk pengusaha dan orang-orang kaya.

"Padahal untuk buruh-buruh juga, untuk karyawan juga. Sangat wajar buruh karyawan mendapatkannya karena sangat rentan terpapar Corona," ujarnya dalam Dialog 'Menyongsong Vaksin Gotong Royong' secara online, Selasa (23/2).

Menurut dia, kalau pengusaha saja yang ingin vaksinasi, tentu mereka dengan mudah mendapatkannya di luar negeri. "Kalau untuk pengusaha sebenarnya dia pergi keluar negeri selesai ya, dia bisa dapat dari mana-mana," imbuh Arya.

Hoaks lain, vaksin ini disebut akan dikomersilkan. Nyatanya, pemerintah sudah meminta kepada perusahaan untuk memberikan vaksinasi secara gratis kepada karyawannya.

Berita Terkait : Program Vaksin Gotong Royong Bisa Percepat Vaksinasi Covid-19

Arya juga memastikan, Vaksin Gotong Royong tidak akan mengganggu proses vaksinasi kelompok masyarakat prioritas seperti kelompok lanjut usia (lansia) dan petugas pelayan publik.

"Prosesnya tidak akan terganggu dengan adanya vaksinasi Gotong Royong. Tetap sesuai dengan jadwal yang kita miliki. Jadi, karena sesuai jadwal, tidak ada yang terganggu," tegas Staf Khusus Menteri BUMN ini.

Pengusaha, juga tidak mengambil jatah vaksin gratis dari pemerintah. Jadi tidak mengganggu stok vaksin secara nasional.

Program Vaksin Gotong Royong, disebut Arya, membantu pemerintah dalam percepatan program vaksinasi Covid-19 untuk mencapai kekebalan kelompok alias herd immunity.

Berita Terkait : Temui Firli Bahuri Cs, BGS Bahas Program Vaksinasi Gotong Royong

Kalau dianalogikan, program Vaksin Gotong Royong sama halnya dengan bantuan yang diberikan oleh perusahaan swasta maupun organisasi lainnya saat suatu daerah dilanda bencana alam seperti gempa bumi atau banjir.

"Pasti ada juga dari perusahaan swasta, relawan, semua memberikan kontribusi sesuai kemampuannya. Sama dengan vaksinasi ini, teman-teman pengusaha mengusulkan ikut membantu, namanya membantu tentu sukarela dengan cara melakukan vaksinasi terhadap karyawannya," tutur Arya.

Saat ini, pemerintah masih terus mematangkan regulasi Vaksin Gotong Royong tersebut. Menurut Arya, tantangan terbesarnya saat ini adalah mendapatkan vaksinnya. Apalagi seluruh dunia tengah berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan prioritas vaksin.

"Dan kita juga berusaha supaya vaksinnya tidak mahal, supaya pengusaha bisa dapat vaksin dengan harga normal," tandasnya.

Baca Juga : Menlu Kelompok G7 Dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa Kutuk Kekerasan Militer Di Myanmar

Dalam diskusi yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin, Shinta Widjaja Kamdani membenarkan, biaya vaksin mandiri akan dibebankan pada perusahaan.

"Sekali lagi dibebankan perusahaan untuk membiayai karyawan diberikan gratis. Kuncinya ya enggak ada jual beli vaksinasi ini semua dikontrol pemerintah," tegas Shinta. [OKT]