Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menteri ESDM Targetkan 85 Persen Operator Tangguh LNG Dari Papua
Rabu, 17 Maret 2021 12:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menargetkan, pada 2029, 85 persen tenaga kerja operator di Tangguh LNG berasal dari Papua.
Hal ini disampakan Arifin saat menghadiri Wisuda Program Operation and Maintenance Papuan Technician Apprentice BP Berau, yang dilangsungkan virtual, Selasa (16/3).
Hadir pula dalam acara ini, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, serta BP Regional President Asia Pasific Nader Zaki.
Arifin juga mengapresiasi, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) BP Berau atas dedikasi yang diberikan dalam melaksanakan program magang khususnya kepada anak-anak negeri yang berasal dari Papua Barat tersebut.
Baca juga : Kemenkop Targetkan Cetak 100 Koperasi Modern Tahun Ini
"Diharapkan para lulusan berhasil menjadi bagian dari pengoperasian Tangguh LNG sehingga akan memberikan dampak bagi kesejahteraan keluarga dan juga masyarakat yang berada di sekitar operasi Tangguh LNG pada khususnya dan masyarakat Papua Barat pada umumnya," kata Arifin dikutip dari situs ESDM, Rabu (17/3).
Menurut dia, dengan semakin banyaknya anak-anak negeri yang berkiprah dalam industri migas, Menteri berharap dapat berdampak nyata pada perbaikan kinerja industri migas setempat. Sejak program magang ini dimulai 2016, hingga saat ini sebanyak 71 peserta telah menyelesaikan program magang tersebut. Di mana 68 orang di antaranya telah bekerja di Tangguh LNG.
Wisudawan pada periode ketiga ini telah melewati masa pelatihan selama tiga tahun. Ilmu dan keterampilan yang dipelajari tidak hanya bermanfaat dalam mengoperasikan kilang LNG Tangguh, tetapi juga berbagai kilang di Indonesia maupun luar negeri.
"Melalui program magang selama tiga tahun, saya berharap para peserta mampu memenuhi standar tinggi yang diperlukan dari seorang tenaga profesional di industri migas," tambahnya.
Baca juga : Kontribusi Koperasi Ditargetkan Naik 5,5 Persen Ke PDB
Arifin juga meminta agar wisudawan tidak lantas berpuas diri. Sebaliknya harus terus meningkatkan kemampuan diri masing-masing sehingga kelak tidak hanya sekadar menjadi tenaga operator akan tetapi juga menjadi salah satu jajaran pimpinan atau bahkan menjadi ahli di berbagai perusahaan migas di dalam maupun luar negeri.
Arifin menambahkan, dalam pengelolaan industri migas untuk menuju masyarakat yang sejahtera, juga dibutuhkan peran Pemerintah Daerah dan perusahaan migas. Ke depan, jajaran Pemerintah Daerah di Provinsi Papua Barat, diikuti oleh Pemerintah Daerah lainnya, dapat mendorong pembentukan lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang migas bagi anak-anak daerah setempat sehingga kelak dapat menjadi bagian dalam pengelolaan industri migas di masing-masing daerah.
Perusahaan-perusahaan migas juga didorong untuk dapat mendukung program pendidikan dan pelatihan tersebut melalui pemberian bantuan tenaga pengajar, fasilitas peralatan atau kesempatan untuk praktik di lapangan bagi para peserta. “Hal ini dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan di daerah," tutur Arifin.
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani berharap, para wisudawan dapat menjadi role model bagi saudara-saudaranya di Papua. Ia juga mengharapkan, agar mereka menjaga profesionalisme dan integritas. "Jaga profesionalisme, jaga integritas. Buktikan pada dunia bahwa anak Papua bisa. Anak Papua hebat," tegasnya.
Baca juga : Menteri ESDM: Penting, Pelibatan Masyarakat Dalam Transisi Energi
Hal senada juga disampaikan Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw. "Program ini telah menghadirkan anak-anak Papua yang bisa menguasai ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan operasi migas di Tangguh LNG," ujar Petrus. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya