Dark/Light Mode

Tambah Wawasan Sejarah Industri Pertahanan

Kemhan Gelar `Defence Tour` Buat Para Jurnalis

Selasa, 30 Maret 2021 20:27 WIB
Karo Humas Setjen Kemhan Marsma TNI Penny Radjendra saat memberi pidato di Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarah AD) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/3). (Foto: Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)
Karo Humas Setjen Kemhan Marsma TNI Penny Radjendra saat memberi pidato di Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarah AD) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/3). (Foto: Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Lebih lanjut Penny menjelaskan, hal mendasar yang perlu dilakukan dalam membangun ketahanan negara adalah belajar dari pengalaman sejarah. Karena itu, masyarakat jangan sampai dibiarkan melupakan sejarah.

Menurutnya masyarakat harus terus disodorkan pengetahuan sejarah, apalagi tengah pesatnya perkembangan zaman seperti sekarang. "Bapak-ibu yang pernah keluar negeri pasti pernah lihat bagaimana museum di sana dipelihara dengan sangat baik. Pengunjungnya pun sangat banyak. Kita tidak boleh kalah dengan mereka," ujar Penny.

Baca juga : Soal Pemanfaatan Dana Desa, Ini Perintah Harian Gus Menteri

Namun demikian, Penny menyadari, bangsa ini sedang dihadapkan pada sebuah tantangan besar terkait eksistensi generasi muda dalam mempertahankan sejarah.

"Karena itu, dengan kehadiran kita di sini rekan-rekan wartawan bisa menimba ilmu. Paling tidak bisa menyerap informasi tentang sejarah tentang TNI Angkatan Darat," ungkap Penny. 

Baca juga : Kejar Target 1 Juta Vaksinasi Per Bulan Ini, Kementerian BUMN Dan IHC Gelar Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama

Ia memastikan, Defence Tour Kemhan akan menjadi agenda tetap. Pelaksanaannya akan dilaksanakan secara rutin dan tidak hanya sekali dalam setahun.

Di tempat sama, Sekretaris Dinas Sejarah Angkatan Darat Kolonel Inf Joko Hadi Susilo mengatakan, pengenalan sejarah merupakan cara penting untuk memperkuat identitas bangsa. Tanpa identitas, menurutnya, negara berpotensi hancur.

Baca juga : Kepala BKPM: Isu Buruh Asing Lebay

Joko Hado menambahkan bila sejarah tidak dijadikan pembelajaran dalam menghadapi ancaman-ancaman yang berpotensi muncul di masa depan. "Karena itu, Disjarah akan terus bertransformasi  lebih modern untuk menarik minat anak muda, para pelajar, dan masyarakat umum," ujarnya. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.