Dark/Light Mode

TMII Diambil Sekretariat Negara, Digugat Orang Singapura 500 M

Keluarga Soeharto Dibikin Sengsara

Kamis, 8 April 2021 07:30 WIB
Pekerja memasang pelang bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan gerbang TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021). (Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha)
Pekerja memasang pelang bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan gerbang TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021). (Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah jatuh, ketimpa tangga. Pribahasa itu yang mungkin cocok menjelaskan kondisi keluarga Soeharto atau yang lebih dikenal dengan sebutan keluarga Cendana, saat ini.

Kemarin, pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) resmi mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang selama 44 tahun ini, dikuasai keluarga Soeharto. Bukan cuma itu, mereka juga digugat ratusan miliar oleh perusahaan Singapura.

Matahari belum sampai puncaknya, ketika rombongan pejabat Kemensesneg tiba di TMII Jakarta, kemarin. Rombongan yang dipimpin Sekretaris Kemensetneg, Setyo Utomo ini mendapat pengawalan dari anggota polisi dan TNI. Satu truk ikut membuntuti dari belakang.

Berita Terkait : Nambah Pemasukan Negara, PSI Dukung Pemerintah Ambil TMII

Tiba di lokasi, sejumlah petugas langsung sibuk memasang plang berukuran raksasa di bagian pintu masuk utama TMII. Plang itu bertuliskan “Penguasaan dan Pengelolaan oleh Kemensetneg”. Tak hanya satu. Petugas memasang plang di lima lokasi.

“Pemasangan plang ini untuk memberikan informasi bahwa sejak 1 April 2021, penguasaan dan pengelolaan Taman Mini diambil alih oleh negara,” kata Setyo Utomo, di lokasi. Setyo memastikan operasional TMII masih berjalan seperti biasa.

Sejumlah petugas TMII mengaku kaget dengan kedatangan para pejabat dari Kemensetneg itu. Soalnya pemberitahuan sangat mendadak. Beberapa jam sebelum eksekusi.

Berita Terkait : Ini 3 Alasan Negara Ambil Alih Pengelolaan Taman Mini Dari Keluarga Cendana

Dirut TMII, Tanri Balilama mengatakan, hanya pasrah saat petugas memasang plang di sejumlah lokasi. Tanri tak mempersoalkan pemasangan plang tersebut. Yang dikhawatirkan adalah bagaimana nasib para pengelola dan karyawan TMII. “Kita lihat saja bagaimana nanti,” kata Tanri.

Sore hari, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menggelar keterangan pers secara virtual dari kantornya. Pada intinya, Pratikno menegaskan, pemerintah mengambil alih penguasaan dan pengelolaan TMII yang selama ini dikelola oleh Yayasan Harapan Kita.

Kenapa diambil alih? Pratikno membeberkan, sejumlah alasan seperti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hasil pemeriksaan 2020 yang menyampaikan, agar kualitas pengelolaan aset negara menjadi lebih baik. Selain itu ada audit dari Fakultas Hukum UGM, dan audit keuangan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baca Juga : Risma Emang Gitu Orangnya

Presiden Jokowi kemudian menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19/2021 tentang Pengelolaan TMII. Perpres tersebut juga menegaskan penguasaan dan pengelolaan TMII oleh Kemensetneg serta berakhirnya pengelolaan oleh Yayasan Harapan Kita.

“Yayasan ini sudah hampir 44 tahun mengelola milik negara ini, dan kami berkewajiban melakukan penataan, memberi manfaat luas ke masyarakat dan memberi kontribusi terhadap keuangan negara,” kata Pratikno.

Yayasan Harapan Kita didirikan oleh Ibu Tien, istri Presiden Soeharto. Yayasan itu mengelola TMII sejak 1977 berdasarkan Keppres Nomor 51 Tahun 1977. Saat ini, yayasan tersebut diurus oleh anak Pak Harto seperti Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut yang menjabat sebagai ketua umum, Bambang Trihatmojo sebagai pembina, dan Sigit Harjojudanto yang duduk sebagai ketua.
 Selanjutnya