Dark/Light Mode

Maksimalkan Tol Laut, Kemenhub Perbanyak Trayek Baru

Sabtu, 17 April 2021 12:01 WIB
Kapal Tol Laut. (Foto: ist)
Kapal Tol Laut. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengoptimalkan program Tol Laut  yang dicetuskan oleh Presiden Jokowi. Salah satunya dengan menambah trayek baru.

Menurut Dirjen Hubla, Agus Purnomo, Tol Laut untuk menunjang pendistribusian barang dan pengembangan ekonomi di daerah terpencil dan daerah belum berkembang. Selain itu, untuk menurunkan disparitas harga antara wilayah Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian timur.

"Program Tol Laut tujuannya memangkas biaya logistik sehingga harga yang diterima oleh masyarakat sebagai pengguna akhir menjadi tidak terlalu mahal dan konektivitas antardaerah," katanya.

Berita Terkait : Turun Gunung Ke Daerah, Kemenhub Pamerin Keunggulan Tol Laut

Ditjen Hubla mengembangkan Tol Laut terlihat dari progres yang terus berjalan yang mana rute Tol Laut awalnya hanya memiliki 2 trayek pada 2015 saat ini trayek tersebut terus bertambah karena manfaat dari tol laut yang sudah dirasakan masyarakat secara nyata.

Pada 2016 tol laut mengalami peningkatan 6 trayek, berlanjut pada 2017, ada 13 trayek baru dan di 2018 bertambah lagi 18 trayek. Di 2019 bertambah 20 trayek dan di 2020 bertambah 26 trayek. Penambahan jumlah trayek tersebut, lanjutnya, selalu diiringi dengan penambahan jumlah Pelabuhan dan kapal.

"Ditjen Hubla menambah 4 trayek baru sehingga keseluruhan menjadi 30 trayek pada 2021. Melibatkan 106 pelabuhan, yang terdiri atas 9 pelabuhan pangkal, dan 97 pelabuhan singgah," ujar Agus.

Berita Terkait : Optimalkan Muatan Balik Tol Laut, Kemenhub Gencar Sosialisasi Ke Pemda

Progres Tol Laut ini langsung dapat dirasakan dengan adanya penurunan harga logistik di daerah. Merujuk data Kementerian Perdagangan, daerah yang dilewati Tol Laut saat ini masyarakatnya sudah menikmati penurunan harga barang antara 20-30 persen.

Meski begitu, untuk membantu Indonesia bagian timur terbebas dari disparitas harga, maka diperlukan pelayaran yang berkesinambungan, tetap dan teratur melalui penyelenggaraan angkutan barang di laut ke seluruh wilayah Indonesia. Hal ini terjawab dengan dilakukannya penambahan rute baru Tol Laut dengan kode T-19 di Papua yang dilayani oleh penugasan kapal milik PT Pelni yaitu Kapal Logistik Nusantara 2.

Agus menambahkan, kehadiran trayek baru ini diharap dapat menjadi sarana untuk memasarkan produksi lokal berupa hasil pertanian atau perkebunan serta hasil perikanan untuk diangkut melalui kapal ini ke tujuan pasar yang lebih menguntungkan.

Berita Terkait : Kapal Nekat Angkut Pemudik, Kemenhub Siapkan Sanksi Tegas

Selain itu, dengan adanya rute tol laut tersebut membuka pelabuhan-pelabuhan baru, diantaranya Pelabuhan Kokas di Kabupaten Fak fak, Pelabuhan Korido di Kabupaten Supriori dan Pelabuhan Depapre di Kabupaten Jayapura dalam rangka Ships Promote the Trade.

"Dengan adanya rute tol laut di wilayah Papua tersebut diharapkan dapat memperlancar arus barang, menurunkan biaya logistik dan meningkatkan pemerataan di daerah 3TP," tukasnya. [DIT]