Dark/Light Mode

Prosedur Larangan Mudik Berjalan Oke, Menhub Puji Stakeholder Soetta

Selasa, 11 Mei 2021 22:42 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi berdialog dengan petugas saat meninjau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (11/5). (Foto: Dok. AP II)
Menhub Budi Karya Sumadi berdialog dengan petugas saat meninjau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (11/5). (Foto: Dok. AP II)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Selasa (11/5) untuk melihat pelaksanaan larangan mudik di bandara terbesar di Indonesia itu. BKS, sapaan akrab Budi Karya, mengapresiasi stakeholder di Soetta atas lancar dan baiknya penerapan ketentuan larangan mudik yang berlaku sejak 6 Mei 2021 tersebut.

Stakeholder di Soetta, ujar BKS, mampu berkoordinasi dan menjalani tugas dengan baik untuk memastikan peniadaan mudik serta memberikan layanan kepada pelaku perjalanan yang dikecualikan dari larangan perjalanan. 

“Saya meninjau beberapa tempat (di Bandara Soekarno-Hatta), proses mendapat izin terbang bagi penumpang yang dikecualikan cukup baik. Koordinasi yang baik antara AP II (PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta), Garuda, Citilink, Satgas Penanganan Covid-19, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan) berjalan baik. Saya mengapresiasi rekan-rekan melakukan dengan baik,” jelasnya, dalam keterangan yang diterima RM.id, Selasa (11/5).

Berita Terkait : Menhub Pastikan Layanan Penumpang Dan Logistik Berjalan Baik

Periode peniadaan mudik ditetapkan pada 6-17 Mei 2021. Pada periode tersebut, pelaku perjalanan yang dikecualikan dari larangan perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi/negara adalah pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik.

Keperluan mendesak tersebut yakni bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang. 

“Kita melihat bahwa di masa peniadaan mudik mulai tanggal 6 Mei terjadi penurunan signifikan penumpang kurang lebih sekitar 90 persen. Sekarang (di tengah peniadaan mudik) rata-rata setiap hari 7.000- 8.000 penumpang,” ungkap mantan Dirut AP II ini.

Berita Terkait : Menhub Puji Masyarakat Yang Tidak Mudik

BKS menekankan, agar stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta tetap siaga menjaga protokol kesehatan dan prosedur yang ditetapkan baik bagi penumpang pesawat yang berangkat atau datang. 

President Director AP II Muhammad Awaluddin menuturkan, stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta selalu berupaya untuk meningkatkan koordinasi guna memastikan seluruh prosedur berjalan dengan baik. “Di tengah pandemi Covid-19, prosedur penerbangan sangat dinamis melihat kondisi yang ada. Sinergi yang baik di antara stakeholder membuat bandara-bandara AP II dapat memenuhi setiap ketentuan dan prosedur itu, termasuk pada periode peniadaan mudik 6 - 17 Mei,” ujarnya.

Seluruh stakeholder di bandara-bandara AP II, lanjutnya, berupaya agar sektor penerbangan dalam kapasitasnya sebagai moda transportasi massal dapat selalu berkontribusi dalam berbagai aktivitas di antaranya pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. “Seperti kita ketahui, Indonesia adalah negara kepulauan dan moda transportasi yang paling efektif dalam menjangkau pulau-pulau di Indonesia adalah pesawat udara,” ujar Muhammad Awaluddin.

Berita Terkait : Banyak Yang Lolos Mudik, Menhub Prediksi Arus Balik Capai 3,6 Juta OrangĀ 

Koordinasi yang erat di antara stakeholder di bandara-bandara AP II juga didukung dengan infrastruktur teknologi. Di Bandara Soekarno-Hatta telah diaktifkan gedung Airport Operation Control Center (AOCC) yang dilengkapi dengan peralatan modern sebagai wadah koordinasi seluruh stakeholder. 

Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta juga telah menerapkan konsep Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) untuk optimalisasi pergerakan pesawat. A-CDM dapat meningkatkan prediktabilitas penerbangan dan mengoptimalkan operasional. “Melalui penerapan AOCC dan A-ACDM, kolaborasi stakeholder semakin erat dan menjadikan Bandara Soekarno-Hatta dapat beroperasi dengan tangguh, dalam arti mampu cepat beradaptasi mengikuti dinamisnya prosedur di tengah pandemi Covid-19,” ujar Muhammad Awaluddin. [USU]