Dark/Light Mode

Doni Monardo Cegah Covid-19 dari Sumatera Pindah ke Pulau Jawa

Sabtu, 15 Mei 2021 21:22 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat meninjau Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (15/5). (Foto: Ist)
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat meninjau Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (15/5). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo terus melakukan pemantauan langsung penanganan Covid-19 di berbagai daerah. Hari ini, dia berada di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Di sana, dia memastikan kesiapan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk mencegah agar tidak terjadi teori pingpong jelang kembalinya para pemudik ke Pulau Jawa dari Sumatera.

Analogi teori pingpong yang dimaksud adalah perpindahan kasus Corona yang saat ini tinggi di Pulau Sumatera ke Pulau Jawa, yang dibawa para pemudik. 

"Sumatera telah mengalami kenaikan selama satu bulan terakhir. Sementara di Jawa atau pulau Jawa kita lihat angkanya relatif landai. Kita tidak ingin teori pingpong terjadi," tegas Doni dalam konferensi pers secara virtual di sela kunjungan kerjanya di Bakauheni, Lampung, Sabtu (15/5).

Doni mencatat, ada 440.014 orang yang berpindah saat masa libur Lebaran dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera. Data itu diketahui Doni saat melakukan tinjauan di pelabuhan Merak-Bakauheni.

Berita Terkait : Doni Monardo: Penanganan Covid-19 Harus Satu Komando Sampai ke Desa

Untuk mencegah fenomena perpindahan kasus antar daerah atau teori pingpong itu, maka pemerintah berupaya melakukan penyekatan. Di beberapa titik, akan digelar pemeriksaan secara acak.

Satgas telah menyiapkan alat antigen untuk memastikan masyarakat pelaku perjalanan dari Pulau Sumatera yang masuk ke Pulau Jawa bebas dari Covid-19.

"Ada stok di BPKP sebanyak 50 ribu antigen, kemudian milik Dinkes Provinsi Lampung 12 ribu sudah terdistribusi, dan sudah dalam pelayaran dari Pelabuhan Merak menuju ke Pelabuhan Bakauheni sebanyak 200 ribu rapid test antigen. Jadi kami yakin dengan jumlah tersebut akan bisa memadai," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini.

Selain alat tes antigen, Doni menyebut pihaknya telah menyiapkan tempat isolasi bagi mereka yang reaktif Covid-19 untuk dilakukan karantina. Seperti wisma atau rusun yang tersebar di wilayah tersebut. "Jadi mereka yang reaktif setelah diperiksa swab antigen akan dibawa ke ruang isolasi," tutur Doni. 

Pemerintah juga memberikan dukungan dengan menyiapkan hotel atau losmen yang tersedia di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Berita Terkait : Ada Tujuh Mutasi Covid-19 di RI, D614G Paling Banyak

"Manakala dari pelaku perjalanan ada yang mengalami gejala dan merupakan kelompok rentan, maka harus dirawat di RS yang telah disiapkan oleh Pemprov Lampung," imbuhnya.

Kemudian, Dinas kesehatan setempat juga telah menginstruksikan seluruh rumah sakit yang ada di Lampung untuk menyiapkan diri jika terjadi peningkatan pasien Covid-19 yang merupakan pelaku perjalanan.

Doni menegaskan, Satgas Penanganan Covid-19 bersama pemerintah pusat dan daerah terus bahu membahu untuk menekan penularan Covid-19. Mereka berkoordinasi untuk menangani kasus di Pulau Sumatera agar tak menyebar.

"Sesuai dengan perintah Presiden untuk memastikan seluruh instrumen pemerintah pusat maupun daerah itu bisa bekerja secara terintegrasi melalui kolaborasi," ujar eks Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu.

Dari hasil pantauannya di pelabuhan Bakauheni Lampung, dipastikan seluruh aparat sudah siap melakukan penanganan Covid-19.

Berita Terkait : Doni Monardo : Jangan Lengah, Kasus Covid Bisa Meledak Kalau Tak Hati-hati

"Alhamdulillah kami sudah berkunjung ke Bakauheni menyaksikan langsung bahwa seluruh instansi dari pusat dan juga daerah telah melakukan kolaborasi didukung oleh TNI dan Polri," tutur Doni.

Selain Sumatera, dia juga membeberkan daerah lain seperti Kalimantan Barat, juga perlu mendapat perhatian. Sebab, beberapa bulan terakhir, wilayah itu menerima begitu banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia.

"Saat dilakukan pemeriksaan ternyata beberapa positif Covid-19. Maka kerja sama semua pihak di daerah kami butuhkan. Kami berikan apresiasi. Penanganan (Covid) ini adalah bagian dari wujud nyata berkontribusi kepada negara dalam menghadapi perang melawan pandemi Covid-19," tandas Doni, memberi semangat. [JAR]