Dark/Light Mode

Dirjen Politik Dan PUM Kemendagri Terpilih Jadi Ketua MIPI

Sabtu, 5 Juni 2021 18:30 WIB
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar. (Foto: ist)
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) 2021-2026. 

Keputusan itu berdasarkan hasil Musyawarah Nasional MIPI ke-VII yang berlangsung secara luring di Hotel Aryaduta Jakarta, dan daring melalui sambungan virtual, Sabtu (5/6).

Berita Terkait : 7.300 Pekerja Migran Pulang Kampung, Garda BMI Siap Bantu Pemerintah

Dalam sambutannya, Bahtiar mengapresiasi dukungan yang diberikan kepadanya. “Saya lakukan ini atas pertimbangan ideologis dan bagian dari sejarah hidup saya,” ujar Bahtiar.

Menurut dia, menjadi Ketua Umum MIPI bukanlah untuk kepentingan pribadinya. Namun, jabatan tersebut sebagai alat untuk melayani berbagai pihak, sekaligus wadah silaturahmi dengan para senior dan gurunya yang banyak bergabung ke dalam MIPI. Salah satu guru tersebut misalnya, Ryaas Rasyid yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat MIPI.

Berita Terkait : Turun Tipis, Utang Luar Negeri Tembus Rp 5.967 Triliun

Lebih lanjut, Bahtiar menginginkan MIPI mampu menjadi organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Alasannya, bila tak bisa beradaptasi MIPI bakal tertinggal bahkan hanya jalan di tempat.

Dalam mengawali masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum MIPI, Bahtiar bakal melakukan penyesuaian untuk mengatur sekaligus mengembangkan organisasi MIPI sesuai dengan perubahan yang ada. Di tengah pandemi Covid-19, berbagai kegiatan MIPI direncanakan bakal banyak memanfaatkan teknologi seperti seminar berbasis virtual. 

Baca Juga : Lantik DPD Gemura Aceh, Oktasari Sabil: Pemuda Harus Mengedepankan Hati Nurani

Selain itu dia juga ingin meningkatkan ekosistem riset, serta memasifkan penulisan jurnal ilmiah, dan penerbitan buku terkait ilmu pemerintahan. “Sekarang tidak banyak lagi ilmuwan yang produktif, di ilmu pemerintahan terutama jadi itu kerisauan sendiri bagi MIPI,” ujar Bahtiar.

Sementara itu, Ketua Umum MIPI periode sebelumnya, Ridho Ficardo berharap di bawah kepemimpinan Bahtiar, MIPI dapat menjadi lebih baik dari periode sebelumnya. Terutama, lanjutnya, dalam memberikan kontribusi nyata dengan memberikan pemikiran terbaik bagi pengembangan ilmu pemerintahan di Indonesia. [DIR]