Dark/Light Mode

Dipastikan Menko Muhadjir

Dana Haji Tak Dipake Bangun Infrastruktur

Senin, 7 Juni 2021 07:05 WIB
Menko PMK, Muhadjir Effendy memberi orasi ilmiah di acara wisuda Universitas Gunadarma secara virtual di Depok, Minggu (6/6/2021). (Foto: Istimewa)
Menko PMK, Muhadjir Effendy memberi orasi ilmiah di acara wisuda Universitas Gunadarma secara virtual di Depok, Minggu (6/6/2021). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan pemerintah membatalkan ibadah haji 2021 membuat sebagian calon jemaah galau. Bahkan, ada yang sampai mau menarik dananya. Melihat kondisi ini, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy turun tangan. Muhadjir mencoba menenangkan dengan menyatakan akan memprioritaskan calon jemaah yang keberangkatan ke Tanah Sucinya tertunda.

Muhadjir merasakan betul kekecewaan calon jemaah haji yang keberangkatannya kembali tertunda. Sejak 2020, berarti mereka sudah dua kali gagal berangkat.

"Kan ini penundaan haji yang kedua setelah tahun lalu. Artinya, mestinya mereka yang berangkat tahun lalu itu sekarang juga tertunda," ucapnya, di Universitas Gunadarma, Depok, kemarin.

Baca Juga : Rekrutmen Kader Gelora Tembus 200 Ribu Orang

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memastikan, para calon jemaah haji ini akan menjadi prioritas dalam pemberangkatan haji tahun depan. "Merekalah yang akan diprioritaskan. Mudah-mudahan tahun depan sudah diperbolehkan," ucapnya.

Muhadjir mengatakan, permasalahan utama dibatalkannya haji tahun ini adalah karena masih berada dalam kondisi pandemi. Pertimbangan utama pemerintah adalah kesehatan calon jemaah. Apalagi, calon jemaah haji Indonesia sangat banyak. Mencapai 220 ribu orang.

"220 ribu jemaah, jadi tidak bisa main-main. Karena itu mohon dimaklumi kalau saat ini kita tidak akan mengirim," ujar Muhadjir.

Baca Juga : Limbah Medis Di RS Naik Dua Kali Lipat

Dalam kesempatan yang sama, Muhadjir juga menjamin dana jemaah aman. Dia memastikan, dana haji tidak diinvestasikan di sektor infrastruktur.

"Tidak ada satu pun atau tidak ada secuil dana pun yang diinvestasikan di sektor yang langsung, termasuk infrastruktur. Jadi memang belum ada langkah untuk membuat direct investment, semua masih berupa surat-surat berharga investasinya dan juga disimpan di bank syariah sesuai dengan standar tabungan haji yang harus dikelola dengan syar'i," terangnya.

Menurut Muhadjir, calon jemaah yang sudah menyimpan dana haji itu juga mendapatkan manfaat dari simpanannya. Keuntungan dari investasi yang didapat dari dana haji dikembalikan lagi kepada calon jemaah.

Baca Juga : Dipanggil KPK, 2 Pejabat Aceh Diam-diam Pergi Ke Ibu Kota

Sebelumnya, kecurigaan mengenai pengelolaan dana haji ini kembali muncul seiring keputusan pemerintah membatalkan haji tahun ini. Bahkan, di Twitter, sejumlah tagar muncul, seperi #AuditDanaHaji hingga #AdiliPerampokDanaHaji.
 Selanjutnya