Dark/Light Mode

Bawang Merah Dan Cabe Rawit Rubaru, Potensi Andalan Hortikultura Sumenep

Senin, 28 Juni 2021 15:43 WIB
Kawasan budidaya bawang putih/Ist
Kawasan budidaya bawang putih/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kembali melakukan terobosan untuk meningkatkan ekspor pertanian dalam bentuk Merdeka Ekspor yang akan digelar Agustus 2021 terhadap seluruh komoditas pertanian, termasuk hortikultura.

Peningkatan ekspor merupakan salah satu cara bertindak (CB) Kementerian Pertanian dalam rangka memperkuat perekonomian negara secara teknis diimplementasikan oleh semua  jajaran Kementan. 

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto misalnya, setelah dua hari berkeliling menemui petani di Jawa Tengah, dirinya saat ini tengah berada di Sumenep-Jawa Timur.

“Saya berada di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Pak Mentan memerintahkan kami untuk melihat potensi ekspor hortikultura, dan memastikan ketersediaan produksi cabe dan bawang merah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Idul Adha 2021,” jelasnya.

Baca juga : Luhut Akui Tol Laut Banyak Kekurangan

Pada kunjungan kerjanya di Desa Karangnangka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep-Jatim, Doktor Ilmu Tanah dari Universitas Putra Malaysia (UPM) itu mengapresiasi petani Sumenep yang telah mengembangkan cabe rawit varietas lokal. Cabe rawit ini disebut-sebut aviliasi dari varietas Sigantung. 

Terpantau di lapangan, sekitar 40 hektar telah memasuki masa panen dari total 326 hektar. Rata-rata total panen petani bisa mencapai 64 ton per hari untuk memenuhi konsumsi cabe rawit baik di Jawa Timur maupun di Jawa Tengah dan sekitarnya. 

Dibeberkan petani, saat ini harga cabe rawit di tingkat petani Rp 12.500 per kilogramnya, namun harga itu masih menguntungkan petani. 

Ditemui di kantornya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi takjub dengan gebrakan yang telah dilakukan Kementan di Sumenep.

Baca juga : Huawei Segera Hadirkan Tablet Khusus Anak-anak

“Kami akan mendukung penuh program Kementan yang akan dilaksanakan di Sumenep. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Menteri Pertanian yang telah memberikan bantuan kepada petani Sumenep,” ucapnya. 

Selain mengunjungi pertanaman cabe di Desa Karangnangka, Kecamatan Rubaru, Rombongan Dirjen Hortikultura juga mengunjungi pertanaman bawang merah di Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan.

Sebagai sentra bawang merah off season di Jawa Timur, pertanaman bawang merah varietas rubaru ini di ketahui panen 3 kali dalam setahun, dengan luas pertanaman 700 hektar. 

Senada dengan Bupati Sumenep, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabuparen Sumenep, Arif Firmanto yang hadir di lokasi, bersiap membersama Kementan dalam mewujudkan program yang bisa mengungkit kesejahteraan petani Sumenep.

Baca juga : Tak Terima Cuitan Ngabalin, Partai Ummat: Mulutmu Harimaumu!

Saat diwawancarai, Kadistan Arif menjagokan varietas rubaru ini. Menurut Arif, bawang merah varietas Rubaru ini memiliki kelebihan komparatif, seperti tahan HPT, sangat cocok diolah menjadi bawang goreng, kandungan airnya lebih sedikit, aroma harumnya khas dan gurihnya tidak akan kalah dengan varietas bawang merah yang lain.

"Insya Allah ke depannya varietas ini akan menembus pasar ekspor,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Batu Langit Desa Lebeng Barat Kecamatan Pasongsongan, Abdul Adim juga tak menampik bawang merah varietas Rubari ini diminati petani untuk dibudidayakan.

“Varietas ini kebanggaan kami. Petani juga sangat berminat menanamnya, dan disukai masyarakat. Gampang jualnya dan enak harganya,” katanya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.