Dark/Light Mode

Barang Muatan Balik Sering Tak Sesuai Keinginan

Luhut Akui Tol Laut Banyak Kekurangan

Jumat, 11 Juni 2021 05:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Webinar Optimalisasi Muatan pada Program Penyelenggara Kewajiban Angkutan Barang di Laut (Tol Laut). Acara yang diadakan pada Kamis (10-06-2021). (Foto : Dok. maritim.go.id).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Webinar Optimalisasi Muatan pada Program Penyelenggara Kewajiban Angkutan Barang di Laut (Tol Laut). Acara yang diadakan pada Kamis (10-06-2021). (Foto : Dok. maritim.go.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengakui program tol laut masih belum maksimal, meski sudah berjalan 6 tahun. Hal itu terjadi lantaran masih ada masalah dalam muatan balik kapal.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap­kan, seringkali barang muatan balik tidak sesuai dengan apa yang diinginkan alias kosong.

Eks Menko Polhukam itu ingin agar ke depannya, kapal yang kembali dari daerah tujuan bisa membawa muatan dengan volume yang sama.

Berita Terkait : Luhut: Kita Bakal Kurangi

“Nanti tidak ada lagi kapal yang pulang kosong dari timur. Ini butuh perlakuan khusus agar cost lebih efisien, karena itu tujuannya,” kata Luhut dalam webinar bertajuk Op­timalkan Angkutan Barang dengan Tol Laut, kemarin.

Luhut mengaku, akan segera membuat terobosan dan inovasi untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Salah satunya dengan cara merancang aturan.

Menurutnya, rancangan aturan ini nantinya meliputi pengiriman logistik dari pelabuhan utama ke pelabuhan singgah dan juga tujuan. Agar kapal yang berlayar ke wilayah tujuan bisa mengang­kut muatan penuh saat kembali ke pelabuhan utama.

Baca Juga : MNC Group Siarkan Seluruh Pertandingan Euro 2020, 39 Laga Gratis

“Kami akan merancang aturan main yang nantinya harus di­patuhi dan dijalankan oleh instansi terkait angkutan laut ini,” ujar Luhut.

Dia juga meminta agar Pe­merintah Daerah (Pemda) turun tangan. Caranya, bisa dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan UKM bisa menjual produk ke luar daerah.

“Saya minta optimasi daerah 3TP (Terdepan, Terpencil, Tertinggal dan Perbatasan) agar mengisi muatan dari petani, peternak, perajin dan masyarakat lainnya,” pinta Luhut.

Baca Juga : Menkes: Pengadaan Alkes Utamakan Produk Dalam Negeri

Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi juga meminta keberadaan angkutan tol laut lebih dioptimalkan.
 Selanjutnya