Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Data hingga 27 Juni 2021, selama 17 gelombang pembukaan program, Kartu Prakerja telah menjaring 65,60 juta pendaftar di situs prakerja.go.id. Dari jumlah ini, 30 juta orang terverifikasi.
Setelah melalui beberapa seleksi termasuk filtering NIK dari K/L, sebanyak 8,28 juta orang menjadi penerima Kartu Prakerja.
"Dana insentif Prakerja pada tahun 2020 telah kami salurkan sebesar Rp.13,36 triliun, sementara pada semester pertama 2021 sejumlah Rp.5,77 triliun," ungkap Denni.
Baca juga : Beritakan Kesembuhan Bukan Keterpaparan
Fakta menggembirakan lain, dari 35 persen penerima Kartu Prakerja tahun 2020 yang sebelumnya tidak bekerja, kini telah bekerja. Baik sebagai karyawan, wirausaha, maupun freelancer.
Demikian pula di semester 1 2021, sebanyak 29 persen dari 89 persen penerima Kartu Prakerja yang awalnya tidak bekerja pada Januari 2021, saat disurvei telah bekerja.
Survei Angkatan Kerja Nasional BPS pada Februari 2021 juga menemukan, sebanyak 90,97 persen peserta mengatakan keterampilan kerja mereka meningkat setelah menyelesaikan pelatihan.
Baca juga : LKPP Terbitkan Aturan Anyar Pro UMKM
Selain manfaat peningkatan keterampilan, insentif pascapelatihan dimanfaatkan dengan baik oleh penerima Kartu Prakerja.
Sebanyak 95 persen peserta menggunakan insentif untuk kebutuhan pangan, 74 persen untuk membayar listrik dan air, 70 persen untuk modal usaha, 64 persen untuk membeli bensin/solar serta 61 persen untuk membeli pulsa/paket internet.
Denni juga menjelaskan, BPS mengemukakan, sebanyak 45 persen motivasi penerima Kartu Prakerja adalah untuk mengejar insentif. Tidak ada yang salah dengan itu.
Baca juga : Kang Emil Ajak Warga Doakan Sekda Jabar Sembuh Dari Corona
"Sangat manusiawi, bagi orang susah di masa pandemi perlu biaya untuk menopang kebutuhan hidupnya. Tapi kami tegaskan bahwa aturan program ini adalah, untuk mendapatkan insentif, peserta harus menyelesaikan pelatihan terlebih dulu," tutur doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder Amerika Serikat ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya