Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Surabaya, Suaranya Dimatikan
Sirine Ambulans Bikin Stres Warga
Jumat, 16 Juli 2021 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banyaknya mobil ambulans yang mondar-mandir belakangan ini, dirasakan lain oleh warga. Ada banyak warga yang stres mendengar raungan sirine, tiap kali ambulans-ambulans itu lewat. Gara-gara hal ini, di salah satu daerah di Surabaya, suara sirine ambulans disepakati dimatikan saja. Daerah lain mau ngikut?
Keputusan mematikan suara sirine ambulans itu terjadi di Kelurahan Keputih, Sukolilo, Surabaya. Warga yang tinggal disekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, merasa terganggu dengan sirine ambulans yang belakangan ini mobilitasnya sangat tinggi.
Baca juga : PON Papua, Menpora Pastikan Semua Berjalan Sesuai Rencana
Dalam sehari, ada sekitar 50 jenazah korban Corona yang harus dimakamkan di TPU tersebut. Sejak pagi, hingga tengah malam, ambulans datang silih berganti, membawa jenazah korban Corona yang akan dimakamkan. Kondisi yang sudah berlangsung selama beberapa pekan itu, membuat warga sekitar terganggu.
“Anda memasuki wilayah kampung Kelurahan Keputih, ambulance (Mobil Jenazah) matikan sirene. Pengantar jenazah jangan arogan. #Jangan ganggu ketenteraman kampung kami,” demikian bunyi baliho yang terpasang di beberapa titik di wilayah Kelurahan Keputih.
Baca juga : Door To Door, Polda Metro Jaya Salurkan Puluhan Ton Sembako Buat Warga
Tak cukup baliho, warga bahkan sampai harus berjaga-jaga di jalan masuk menuju wilayah Keputih. Khususnya saat malam hari. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat di bawah penerangan lampu jalan yang temaram, seorang warga berjubah cokelat berdiri di ruas jalan. Ia mengayun-ayunkan tangan, memberi aba-aba agar ambulans yang tengah berjalan dihadapannya berhenti.
Sontak, ambulans yang berhenti itu didatangi belasan warga. Mereka memberi peringatan agar supir ambulans mematikan sirinenya. Dari kejauhan, juga tampak seorang warga dengan pelantang suara, memberikan peringatan yang sama.
Baca juga : Wimbledon, Raja Dan Ratu Tembus 8 Besar
“Untuk pembawa jenazah, bilamana memasuki wilayah Keputih, sirene harus dimatikan,” ucap salah seorang warga menggunakan pelantang suara, sebagaimana terekam video.
Selain itu, kelurahan setempat juga menyurati Dinas Sosial Kota Surabaya, Jawa Timur. Polsek setempat ikut pula menjembatani aspirasi warga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya