Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jaga Prokes, Polri Bentuk Posko PPKM Di Pasar Tradisional

Rabu, 28 Juli 2021 14:56 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Istimewa)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksi seluruh jajarannya membentuk posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di pasar-pasar tradisional. Pembentukan ini guna memastikan perekonomian tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes)

"Seluruh jajaran membentuk posko PPKM di pasar untuk antisipasi penyesuaian ekonomi kerakyatan," kata Listyo, Rabu (28/7), seperti dikutip Antara.

Listyo menjelaskan, petugas di posko PPKM ini akan memastikan pedagang maupun pengunjung pasar menerapkan standar prokes sesuai dengan penanganan pandemi Covid-19. Petugas akan mengawasi penerapan sistem satu akses masuk di pasar dan memastikan kapasitas pengunjung yang masuk tidak melebihi aturan serta pengukuran suhu tubuh pengunjung di tiap pintu masuk pasar.

Selain itu, petugas posko juga menyiapkan lokasi cuci tangan, membagikan masker, pengaturan jaga jarak antarpedagang, serta melakukan cek acak swab antigen. Posko PPKM tersebut juga dilengkapi layanan vaksinasi keliling dalam rangka mempercepat pembentukan kekebalan komunal masyarakat (herd immunity).

Saat ini, kata Listyo, telah tersedia 62 unit mobil vaksin keliling. Target vaksinasi adalah 300 orang per hari dengan sasaran masyarakat umum dan remaja usia 12 sampai 18 tahun.

Dalam pelaksanaan posko PPKM, mantan Kabareskrim ini juga meminta jajaran untuk bersinergi dan berkomunikasi dengan seluruh pihak terkait agar target penanganan pandemi Covid-19 dapat tercapai. "Pemberdayaan koordinator pengawas disiplin prokes dengan melibatkan petugas keamanan atau paguyuban pelaku usaha," ujarnya.

Untuk membantu masyarakat terdampak PPKM, posko ini juga menyiapkan bantuan sosial (bansos). Posko PPKM pasar tradisional ini telah aktif sejak Selasa (27/7). Hingga saat ini tercatat 9.213 posko di seluruh Indonesia. Jumlah itu berasal dari unsur TNI, Polri, dan sukarelawan. [USU]