Dewan Pers

Dark/Light Mode

FGD Rakyat Merdeka Dengan Pakar Epidemiologi

Kurva Covid Indonesia Landai Lima Bulan Lagi

Jumat, 6 Agustus 2021 07:20 WIB
Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo dalam Forum Group Discussion Rakyat Merdeka dengan tema “Tetap Jaga Prokes Meski Sudah Divaksin”, Kamis (5/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)
Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo dalam Forum Group Discussion Rakyat Merdeka dengan tema “Tetap Jaga Prokes Meski Sudah Divaksin”, Kamis (5/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)

 Sebelumnya 
Dia pun senang, kini, Komandan PPKM Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan akan memperbanyak tracing. Meskipun langkah itu terlambat, tapi sudah tepat untuk mengatasi kondisi sekarang. "Pak Luhut sudah benarlah. Terpenting setelah itu taat prokes, perbanyak tes acak, dan isolasi," ucap dokter yang gemar menghitung itu.

Bagaimana dengan keampuhan vaksin dalam melawan Corona? Windhu mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Dia bilang, Indonesia sulit mendapatkan kekebalan kelompok alias herd immunity meski vaksinasi mencapai 70 persen penduduk. Sebab, efektivitas vaksin yang digunakan cuma 65 persen. Sudah begitu, kini muncul varian Delta yang menular lebih cepat.

Berita Terkait : Pengalaman Olimpiade Tokyo, NOC Indonesia Pelajari Sistem Olahraga Dunia

Dia kemudian memperlihatkan hitung-hitungan agar Indonesia bisa mencapai herd immunity. Hasilnya, semua rakyat Indonesia perlu divaksin. “Artinya, 100 persen masyarakat Indonesia atau 270 juta masyarakat Indonesia wajib divaksin," terangnya, sambil coret-coret dengan tinta merah di layar laptopnya.

Dia juga menekankan masyarakat mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan. Kata Windhu, menjaga jarak adalah langkah paling efektif dalam menghindari penularan. Hitungannya, langkah ini bisa mencegah penularan Corona hingga 85 persen. Asalkan jaga jarak dengan radius 2 meter. "Karena semprotan droplet itu sejuah sekitar itu 1,8 meter," urai Windhu.

Berita Terkait : Testing Turun, Penurunan Kasus Covid Bisa Jadi Semu

Sementara memakai masker, dia bilang, mampu mengurangi risiko penularan sebesar 45-70 persen. Rinciannya, masker medis mampu mengurangi risiko 70 persen, sedangkan masker kain 45 persen. Karenanya, penggunaan masker rangkap sangat diperlukan apalagi untuk mencegah varian baru.

Ada pun mencuci tangan dengan sabun mampu mengurangi risiko penularan sebesar 35 persen. Sedangkan jika 3M dikombinasikan, mampu menurunkan risiko penularan lebih dari 90 persen.

Berita Terkait : Anies: Idul Adha Di Tengah Pandemi Covid, Keluarga Makin Terasa Penting

"Selama masih ada virus, maka dengan cara apa pun tetap bisa terpapar. Namun, dengan cara tadi, akan menurunkan risiko penularan," tekannya. [UMM]