Dewan Pers

Dark/Light Mode

FGD Rakyat Merdeka Dengan Pakar Epidemiologi

Kurva Covid Indonesia Landai Lima Bulan Lagi

Jumat, 6 Agustus 2021 07:20 WIB
Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo dalam Forum Group Discussion Rakyat Merdeka dengan tema “Tetap Jaga Prokes Meski Sudah Divaksin”, Kamis (5/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)
Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo dalam Forum Group Discussion Rakyat Merdeka dengan tema “Tetap Jaga Prokes Meski Sudah Divaksin”, Kamis (5/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapan penyebaran Covid-19 di Indonesia akan turun? Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo memprediksi, sekitar lima bulan dari sekarang, atau Januari 2022, kasus Corona baru melandai.

Prediksi ini disampaikan Windhu dalam Forum Group Discussion Rakyat Merdeka, dengan tema “Tetap Jaga Prokes Meski Sudah Divaksin”, kemarin. Diskusi dipandu Direktur Rakyat Merdeka Kiki Iswara.

Berita Terkait : Pengalaman Olimpiade Tokyo, NOC Indonesia Pelajari Sistem Olahraga Dunia

"Mungkin sekitar Januari kita mulai turun agak lumayan. Yang terpenting, patuhi protokol kesehatan," papar Windhu.

Dia mengakui, seiring dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kasus di DKI Jakarta mulai turun, meski belum aman. Tapi, di daerah lain kasusnya malah meningkat. Bahkan, di Jawa Timur, kasus kematian meningkat.

Berita Terkait : Testing Turun, Penurunan Kasus Covid Bisa Jadi Semu

“Kita harus tetap sabar," pesannya.

Namun, melandainya kasus Corona di Indonesia ini, tidak akan securam negara-negara lain. Penurunannya cenderung agak datar. Sebab, kebijakan yang diambil Pemerintah bukan lockdown. Beda dengan India, China, dan negara lain yang berani lockdown total. Hanya dengan waktu singkat, negara-negara itu bisa menurunkan kasus secara drastis.

Berita Terkait : Anies: Idul Adha Di Tengah Pandemi Covid, Keluarga Makin Terasa Penting

Dia mengapresiasi upaya Pemerintah yang saat ini mulai gencar melakukan tracing alias pelacakan. Karena tracing ini sangat penting dalam upaya menjinakkan Corona. Apalagi ditambah penerapan kebijakan semi lockdown alias PPKM.

Menurut epidemiolog kelahiran Malang, 25 Juni 1954 itu, memperbanyak tracing merupakan langkah positif. Dia pun mencontohkan Selandia Baru dan Taiwan yang berhasil menjinakkan Corona dengan memperbanyak tracing.
 Selanjutnya