Dark/Light Mode

Peran E-Commerce Bakal Vital, Kemendag Perkuat Daya Saing Produk

Rabu, 18 Agustus 2021 16:28 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi saat berbicara mengenai ekonomi digital dalam World Economic Forum Meeting of Regional Action Group for Asia Pacific yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (29/6). (Foto: Ist)
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi saat berbicara mengenai ekonomi digital dalam World Economic Forum Meeting of Regional Action Group for Asia Pacific yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (29/6). (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Genjot Promosi Produk UMKM

Setelah aturan main diperkuat, tinggal upaya peningkatan konsumsi untuk mengerek pertumbuhan ekonomi. Untuk meningkatkan konsumsi produk buatan Indonesia, dilakukan berbagai upaya promosi produk UMKM baik secara daring (Virtual Expo) maupun luring (In-store Promotion dan keikutsertaan pada pameran).

Baca juga : Rayakan Kemerdekaan, Sekjen Kemenkumham Minta Jajarannya Patuhi Prokes 3M

Langkah nyata lainnya, melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Upaya ini merupakan titik penting bagi kebangkitan UMKM. Sejak diluncurkan 14 Mei 2020, Gernas BBI terbukti moncer, dengan mencatatkan 5,32 juta UMKM telah on board per Maret 2021.

Untuk menegaskan wujud keberpihakan produk lokal, pemerintah menetapkan 5 Mei sebagai Hari Bangga Buatan Indonesia. Bukan hanya di dalam negeri, Mendag juga memaksimalkan jajarannya yang berada di negara lain.

Baca juga : Perusahaan Pekerjakan Penyandang Disabilitas, Kemnaker Angkat Topi

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, 9-18 Juli, Lutfi membawa misi meningkatkan perdagangan dan investasi. Hari pertama di Negeri Paman Sam, Lutfi didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengadakan pertemuan dengan Perwakilan RI di AS.

Pertemuan tersebut membahas peran ekonomi digital terhadap perekonomian nasional dan potensi sektor ekonomi digital di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Mendag mendorong para Perwakilan RI untuk menggali potensi ekonomi digital Indonesia di AS.

Baca juga : 71 Daerah Turun Level, Kemendagri Ingatkan Pemda Tetap Patuhi Prokes

"Kontribusi ekonomi digital Indonesia masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional. Namun, saat ini pertumbuhan ekonomi digital telah berkembang sangat pesat. Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh delapan kali lipat di tahun 2030," pungkasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.