Dark/Light Mode

Pidato Penutupan Forum Antaragama G20, Menag Bacakan Puisi Gus Mus

Rabu, 15 September 2021 16:34 WIB
Menteri Agama (Menag) KH. Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pidato secara virtual pada penutupan Forum Antaragama G20 di Bologna, Italia, Selasa (14/9) malam. (Foto: Ist)
Menteri Agama (Menag) KH. Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pidato secara virtual pada penutupan Forum Antaragama G20 di Bologna, Italia, Selasa (14/9) malam. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di hadapan Presiden dan Perdana Menteri Italia, sejumlah menteri, pemimpin agama-agama serta intelektual dari berbagai negara, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pidato secara virtual pada penutupan Forum Antaragama G20 di Bologna, Italia, Selasa (14/9) malam.

Dalam kesempatan ini, Menag memberikan isyarat tentang ikhtiar perdamaian global melalui Forum Antaragama G20. Untuk diketahui, pada 2022 mendatang giliran Indonesia akan menjadi tuan rumah.

Berita Terkait : Yaqut Disentil DPR

Menag mengajak para tokoh yang hadir untuk mengakui sejarah yang sulit dan didominasi oleh konflik selama berabad-abad dalam pergaulan antarkelompok agama dan antarbangsa.

"Baru sesudah Perang Dunia II masyarakat internasional berupaya membangun konsensus untuk mewujudkan tata dunia yang lebih aman dan stabil, dengan lahirnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dibentuknya Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa," ungkap Menag dalam siaran persnya, Rabu (15/9).

Berita Terkait : Menag Pastikan Vaksinasi Jutaan Santri Terus Berjalan

Namun, menurut pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini, tata dunia baru itu hingga kini masih rapuh. Sedangkan pola pikir yang diwarnai dorongan permusuhan dan konflik masih membayang-bayangi.

Untuk itu, Menag menyerukan kepada para pemimpin dunia, baik pemimpin politik maupun pemimpin agama dan intelektual, untuk menyempurnakan dan mengukuhkan konstruksi tata dunia pasca Perang Dunia II dengan membangun konsensus perdamaian atas dasar nilai-nilai peradaban bersama.

Baca Juga : Jokowi Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Syarief Hasan: Negarawan!

Mengakhiri pidatonya dengan gestur yang menyentuh hati, Gus Yaqut membacakan puisi karya KH. Mustofa Bisri alias Gus Mus.

"Agama, adalah kereta kencana yang disediakan Tuhan, untuk kendaraan kalian berangkat menuju hadirat-Nya. Jangan terpukau keindahannya saja. Apalagi sampai dengan saudara-saudara sendiri bertikai, berebut tempat paling depan. Kereta kencana cukup luas untuk semua hamba yang rindu Tuhan." [FAQ]