Dewan Pers

Dark/Light Mode

Brebes Buktinya

Hari Ini, Turun Level, Besoknya, Naik Level

Kamis, 16 September 2021 07:20 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kecewa mengetahui ada daerah di wilayahnya yang kembali masuk PPKM level 4. (Foto: Humas Prov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kecewa mengetahui ada daerah di wilayahnya yang kembali masuk PPKM level 4. (Foto: Humas Prov Jateng)

 Sebelumnya 
Di lapangan, kata dia, Brebes sudah masuk PPKM level 3. Keterisian tempat tidur di rumah sakit tinggal 5 persen. Jumlah pasien yang meninggal 4 orang, berbeda dengan data yang masuk ke Pemprov yaitu 90 orang.

Karena itu, ia akan segera melakukan klarifikasi dan validasi data terkait Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 42/2021 yang mulai berlaku kemarin. Ia mengaku sudah memanggil Direktur 14 RS negeri dan swasta bersama petugas entri data untuk klarifikasi.

Berita Terkait : Mulai Hari Ini, Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Naik KRL

Atas fenomena ini, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito berpesan agar masyarakat tetap waspada, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. "Agar kita tidak mengalami lonjakan ketiga dalam beberapa bulan ke depan," ucap Wiku, dalam konferensi pers, kemarin.

Dia pun mengingatkan, beberapa negara sudah mengalami gelombang ketiga. Indonesia baru dua kali melalui gelombang pandemi. "Tugas besar kita adalah memperbaiki kurva yang melandai ini," sambung dia.

Berita Terkait : Mayoritas Daerah Turun Level PPKM, DIY Dan Bali Masih Ngendon Di Level 4

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban ikut mewanti-wanti, baik Pemerintah maupun masyarakat, untuk tidak kebablasan dalam merelaksasi dan melaksanakan kebijakan transisi pandemi. Zubairi menilai, kondisi pandemi masih sangat fluktuatif dan dinamis. Ia tidak ingin perilaku-perilaku tak waspada akibat relaksasi justru malah membuat Indonesia masuk dalam jurang hiperendemi Covid-19.

"Saya rasa situasi yang membaik ini momentum yang pas untuk mempersiapkan transisi. Ya, syaratnya harus ada koordinasi yang solid semua pihak dan tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Kalau longgarnya kebablasan, bisa-bisa malah menjadi hiperendemi, alih-alih menuju endemi," tulisnya, di akun Twitter @ProfesorZubairi, kemarin. [BCG]