Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Turis Dari 18 Negara Diizinkan Masuk Ke Sini
Bawa Fulus, Yes! Bawa Virus, No!
Rabu, 13 Oktober 2021 08:15 WIB
Sebelumnya
“Rincian daftar negara nantinya akan diatur dalam pembaharuan SE Satgas yang akan dirilis segera. Mohon menunggu informasi selanjutnya,” ujar Wiku, saat memberikan keterangan pers, kemarin.
Keputusan pemerintah ini,disambut Ketua DPR Puan Maharani. Dia berharap kebijakan ini membuat ekonomi masyarakat Bali kembali menggeliat. Kata dia, penutupan akses bagi turis asing ke Bali selama pandemi mengakibatkan terhentinya berbagai jenis usaha yang berafiliasi dengan pariwisata.
Baca juga : PNS Kini Bisa Senyum Lebar
“Agar UMKM pun kembali bertumbuh, khususnya di sektor pariwisata. Kios-kios di tempat wisata juga kembali hidup. Dengan peningkatan ekonomi rakyat, perekonomian daerah juga akan tumbuh sehingga kesejahteraan akan semakin membaik,” kata Puan, kemarin.
Bagaimana tanggapan epidemiolog soal pembukaan wisata untuk turis asing? Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, pembukaan pariwisata di Bali perlu dilakukan secara bertahap yakni dengan skema ujicoba selama satu bulan. Uji coba itu penting untuk menguji efektivitas, keamanan Prokes.
Baca juga : Pelaku Perjalanan Wajib Bawa Hasil Tes Negatif Virus Corona
“Harus terbukti efektif dan aman, kesiapan stakeholder, penyelenggara, dan masyarakat. Jadi, kesiapan pariwisata di Bali untuk menyambut turis asing perlu ditingkatkan. Misalkan saja kewajiban penggunaan masker, hasil testing tidak boleh lebih dari 24 jam,” kata Dicky, kemarin.
Sementara, Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet meminta, pemerintah hati-hati dalam membuka kembali pintu internasional untuk turis asing. Jangan sampai kebijakan ini malah jadi bumerang.
Kata dia, sejumlah negara yang turisnya dibolehkan berkunjung, seperti China dan Korea Selatan, saat ini sedang berjuang melawan kenaikan kasus Corona. Ia khawatir, masuknya turis ini justru meningkatkan jumlah kasus barunya. “Akhirnya, sektor pariwisata tidak serta merta pulih, jumlah kasus malah bisa bertambah,” warningnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya