Dark/Light Mode

Perluas Lahan Mangrove

Menteri Siti Bersama Luhut Resmikan Peta Mangrove Nasional

Rabu, 13 Oktober 2021 21:44 WIB
Menteri LHK, Siti Nurbaya meluncurkan “Peta Mangrove Nasional” yang di Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (13/10).
Menteri LHK, Siti Nurbaya meluncurkan “Peta Mangrove Nasional” yang di Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (13/10).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut B Pandjaitan dan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono meluncurkan “Peta Mangrove Nasional” yang di Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (13/10).

Dalam sambutannya, Siti mengatakan, one map mangrove merupakan label dari one map policy, di mana Kementerian LHK merupakan wali data one map dengan tematik mangrove. Rehabilitas mangrove juga bantu pemulihan ekonomi saat pandemi.

“Peta itu jangan hanya dilihat sebagai kartografik atau gambar namun terdapat unsur politik di dalamnya ada rule based, aturan main, kebijakan-kebijakan dan kemudian didelineasi. Artinya ditentukan garis garisnya sehingga semua kementerian akan terlibat menjaga dan mengelola mangrove dengan baik,” ujar Siti.

Baca Juga : Guru Besar IPB Sambut Baik Mega Dilantik Jadi Dewan Pengarah BRIN

Siti menyebutkan, berdasarkan hasil analisis data, terdapat perubahan luasan yang cukup signifikan luas eksisting mangrove dari PMN 2013-2019  sebesar 3,311,245 Ha, dan hasil pemutakhiran PMN di 2021 menjadi seluas 3.364.080 Ha. 

Dengan kata lain terdapat kenaikan luasan mangrove eksisting seluas 52.835 Ha. Kenaikan ini menunjukkan indikasi positif dalam upaya konservasi ekosistem mangrove di Indonesia. 

“Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, PMN menjadi program nasional yang sangat penting, termasuk juga dalam menghadapi G-20. Kalau kita lihat di lapangan sudah banyak pengalaman dari tahun 1990-an akhir dan tahun 2003, bagaimana mentransformasi dari tambak kemudian direhabilitasi menjadi ekosistem mangrove,” tuturnya

Baca Juga : Dukung Kesetaraan Gender, Lippo Group Tunjuk 2 Wanita Jadi Komisaris Dan Direksi

Dalam kesempatan itu, Menko Marves, Luhut B Pandjaitan menekankan pentingnya melestarikan hutan mangrove karena memiliki manfaat yang sangat penting. 

Pasalnya, dari aspek fisik, mangrove mampu mencegah bahaya gelombang tinggi dan abrasi air laut hingga tsunami. Sementara itu, dari aspek ekologi dan ekonomi, mangrove dapat menyerap dan menyimpan carbon lebih besar dari hutan tropis. 

"Saya ingin menggarisbawahi tentang pentingnya One Map Mangrove sebagai basis data aksi rehabilitasi mangrove dan diharapkan mampu menghasilkan informasi geo-spasial secara akurat dan akuntabel," kata Luhut. [MFA]