Dark/Light Mode

Kemenag Dan Kemenkes Matangkan Persiapan Ibadah Umroh

Kamis, 14 Oktober 2021 17:03 WIB
Kementerian Agama rapat bersam Kemenkes mematangkan proses persiapan penyelenggaraan ibadah umroh 1443 H. 
Kementerian Agama rapat bersam Kemenkes mematangkan proses persiapan penyelenggaraan ibadah umroh 1443 H. 

RM.id  Rakyat Merdeka - Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama terus mematangkan proses persiapan penyelenggaraan ibadah umroh 1443 H. 

Persiapan tersebut antara lain terkait pembukaan akses data sertifikat vaksin jemaah umrah dalam aplikasi peduli lindungi, serta integrasi aplikasi Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) dengan aplikasi Peduli Lindungi.

Kedua hal ini dibahas bersama oleh Tim Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus,

Sistem Informasi Haji dan Umrah (Sihdu), Pusat Data dan Informasi Kemenkes, serta tim Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes.

Berita Terkait : Kemnaker Matangkan Persiapan Pelaksanaan Presidensi G20

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Nur Arifin mengatakan, integrasi Siskopatuh dan Peduli Lindungi diperlukan dalam rangka menyesuaikan dengan kebutuhan informasi data dalam sistem aplikasi yang dikembangkan Arab Saudi.

"Saudi membutuhkan data jemaah umrah, baik yang terkait kesehatan maupun pemaketan layanan umrah. Sehingga perlu ada upaya integrasi data dalam peduli lindungi dan siskopatuh," terang Arifin di Jakarta, Kamis (14/10).

Menurutnya, data Siskopatuh berisi informasi tentang penyelenggaraan ibadah umrah, antara lain: nama jemaah, tanggal lahir, nomor paspor, PPIU, dan paket layanan umrah.

Sedang data peduli lindungi mencakup data kesehatan, khususnya vaksin dan hasil PCR.

Baca Juga : Ditersangkakan KPK, Direktur PT Loco Montrado Ajukan Praperadilan

"Kedua sistem ini dalam proses integrasi agar bisa ditampilkan saat diakses melalui QR Code," ujar Arifin.

Kasubdit Sihdu Hasan Affandi menambahkan, ada tiga opsi yang didiskusikan terkait skema penggunaan QR Code.

Pertama, QR Code Peduli Lindungi dicetak lalu ditempel di kartu umrah.

"Kendalanya, ada potensi salah tempel QR Code jemaah. Jika itu terjadi, maka data yang muncul akan berbeda dengan dokumen jemaah," ujar Hasan.

Baca Juga : PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride Ajang Berolahraga Sembari Beramal

"Model ini digunakan oleh jemaah asal Nigeria," lanjutnya.

Kedua, QR Code Siskopatuh ditempel di kartu vaksin jemaah yang telah dicetak.

"Pada opsi ini, jemaah harus mencetak kartu vaksin. Model ini digunakan jemaah asal Qatar dan Bangladesh," jelasnya 

Opsi ketiga, disiapkan QR Code tunggal di kartu umrah. QR Code itu akan menampilkan data kesehatan sekaligus data layanan umrah jemaah," tandasnya. (MFA)