Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hari Ini Terima 2,5 Juta Dosis

Pemerintah Lakukan Segala Upaya Amankan Stok Vaksin

Minggu, 17 Oktober 2021 20:25 WIB
Kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-91 sebanyak 2,5 juta dosis, Minggu (17/10). (Foto: Info Publik)
Kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-91 sebanyak 2,5 juta dosis, Minggu (17/10). (Foto: Info Publik)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia kedatangan vaksin Covid-19 sebanyak ke-91 berupa 2,5 juta dosis, Minggu (17/10). Vaksin Pfizer dalam bentuk jadi tersebut akan langsung didistribusikan ke tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. 

"Hari ini, sebanyak 2.585.700 dosis vaksin jadi tiba di Tanah Air. Sehingga total kedatangan vaksin, baik dalam bentuk baku maupun jadi, dari berbagai merek adalah 285.076.400," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dalam keterangan yang diterima RM.id, Minggu (17/10). 

Menurutnya, pembelian vaksin Pfizer ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengamankan ketersediaan dan juga pemerataan vaksin. Selain melalui pembelian, vaksin juga diperoleh melalui bantuan atau hibah baik bilateral maupun multilateral. 

Berita Terkait : Lestari Minta Pemerintah Pulihkan Fisik Dan Mental Rakyat Pasca Pandemi

"Segala upaya dilakukan Pemerintah untuk menjaga stok vaksin. Lancarnya kedatangan vaksin membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal," ucap Johnny.

Dia melanjutkan, saat ini jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 51,3 persen atau 107 juta orang. Sedangkan dosis kedua sebanyak 30 persen atau 62 juta orang. 

Johnny berharap, vaksinasi bisa terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya. Pemerintah pun berupaya mendistribusikan vaksin ke seluruh daerah secepat mungkin. Termasuk dengan langsung mendistribusikan vaksin ke daerah begitu tiba di tanah air. 

Berita Terkait : KALBE Siapkan Serangkaian Acara

"Ini seiring langkah Pemerintah meningkatkan capaian vaksinasi di daerah-daerah. Bersamaan dengan itu, Pemerintah tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan," ujar Johnny. 

Selain jaminan ketersediaan stok vaksin, lanjutnya, upaya percepatan juga dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait berita-berita tidak benar alias hoaks yang banyak beredar. Johnny menyebut, di beberapa daerah, hoaks berperan memperlambat vaksinasi. Masyarakat dibuat takut dan khawatir terhadap efek vaksinasi yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan.

"Sekali lagi Pemerintah menegaskan bahwa seluruh vaksin Covid-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat, sudah mendapatkan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," tutup Johnny. [USU]