Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) PDTT Abdul Halim Iskandar menyatakan, santri berperan besar dalam menggerakkan ekonomi desa.
Pondok pesantren yang sebagian besar berada di tengah-tengah desa, mempunyai arti penting secara spiritual, sosial, dan ekonomi bagi warga desa. Secara kultural, pesantren dan desa seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.
"Sebagian besar pesantren-pesantren berada di tengah-tengah desa. Para kiai pesantren merupakan rujukan utama warga desa jika mereka membutuhkan pandangan terkait masalah spiritual dan sosial. Dewasa ini, pesantren juga menjadi penggerak ekonomi desa," ujar Abdul Halim Iskandar, pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2021, Jumat (22/10).
Baca juga : Erick Dorong Santri Jadi Motor Ekonomi Syariah
Dia menjelaskan, secara spiritual, pesantren menjadi pusat kegiatan-kegiatan keagamaan. Sedang secara sosial, pesantren melahirkan tokoh-tokoh agama yang berperan penting di tengah masyarakat.
"Kalau mau jujur harus diakui jika salah satu kunci kemajuan desa terletak pada peran aktif kiai maupun santri yang bisa bersinergi dengan masyarakat desa. Jika sinergi ini bisa terus dipertahankan maka kemajuan desa segera direalisasikan," tuturnya.
Gus Halim, panggilan akrab Abdul Halim Iskandar mengungkapkan, mulai dekade 1970-an, pesantren menjadi pusat inovasi pertanian desa.
Baca juga : Gus Halim: Pemda Berperan Penting Kuatkan Desa
Bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam pembangunan desa, pesantren kerap memunculkan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Saat itu kerja sama pesantren, dan LSM dalam pembangunan desa bisa menghasilkan berbagai produk pertanian berkualitas mulai dari varietas bibit terbaru, tata cara bercocok tanam mutakhir, hingga pengelolaan usaha tani yang lebih efisien," beber Gus Halim.
Tentu, saat itu warga desa tidak mudah menerima perubahan. Karena itu, berbagai inovasi baru tersebut mula-mula diterapkan di lahan-lahan pesantren. Saat terbukti meningkatkan hasil panen maka perlahan-lahan inovasi tersebut diterima secara luas warga desa.
Baca juga : TKDN Hulu Migas Picu Efek Berganda Pada Ekonomi
"Kami berharap pola-pola tersebut bisa kembali diterapkan dalam arti pesantren menjadi pusat inovasi kemajuan desa," imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya