Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ngobrol Dengan PM Malaysia, Jokowi Tekankan Pentingnya Kerja Sama Perlindungan WNI

Rabu, 10 Nopember 2021 04:08 WIB
Presiden Jokowi (kanan) dan PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob dalam konferensi pers bersama di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11). (Foto: YouTube)
Presiden Jokowi (kanan) dan PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob dalam konferensi pers bersama di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menyambut baik kedatangan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu(10/11). Ini adalah kunjungan luar negeri pertama PM Ismail Sabri, setelah dilantik pada 21 Agustus 2021.

"Merupakan kehormatan bagi saya dan Indoensia, menerima kunjungan luar negeri pertama PM ke-9 Malaysia Bapak Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob. Sebagai negara tetangga dekat dan bangsa serumpun, kita harus memperkuat kerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati dan menguntungkan," kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama, Rabu(10/11).

Dalam pertemuan dengan PM Ismail Sabri, Jokowi membahas sejumlah hal penting. Antara lain, soal perlindungan terhadap tenaga kerja domestik Indonesia di Malaysia.

Berita Terkait : Manfaatkan Lalat BSF, KPI Kembangkan Peternakan Dan Pertanian Terintegrasi

"Kita bicara sangat terbuka dan bersahabat mengenai beberapa isu. Yang pertama, tentang pentingnya kerja sama perlindungan WNI yang berada di Malaysia. Saya mendorong, agar MoU Perlindungan Tenaga Kerja Domestik Indonesia dapat segera diselesaikan," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta Malaysia memberikan izin community learning center di Semenanjung, sesuai prinsip hak pendidikan bagi semua.

Kedua, RI dan Malaysia sepakat menyelesaikan negosiasi batas negara, baik batas darat atau laut. Agar dapat segera diselesaikan.

Berita Terkait : Airlangga: Jokowi Terus Dorong Kerja Sama Internasional Untuk Pulihkan Ekonomi

"Karena ini sudah agak lama progresnya, kami berharap masalah ini bisa diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," tutur Jokowi.

Ketiga, terkait pemulihan pasca pandemi, Jokowi sangat mengapresiasi kenaikan angka perdagangan sebesar 49 persen pada Januari-Agustus 2021, dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

"Üntuk mendukung pemulihan ekonomi, kami sepakat membuat Travel Corridor Arrangement (TCA) yang akan dibuka secara bertahap. Keempat, kami juga bertukar pikiran soal isu kawasan. Seperti isu Myanmar, Laut China Selatan dan lainnya," pungkasnya. [HES]