Dark/Light Mode

Pulihkan Kota Batu, Sandiaga Bentuk Tim Manajemen Krisis Kepariwisataan

Kamis, 11 Nopember 2021 16:25 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: Instagram)
Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, fokus untuk memulihkan pariwisata Kota Batu Jawa Timur, setelah diterjang banjir bandang yang terjadi pada Kamis (4/11) lalu.

Sandi menyatakan, pihaknya sangat prihatin dengan apa yang menimpa kawasan wisata tersebut. Oleh sebab itu, ia membentuk tim manajemen krisis kepariwisataan untuk memulihkan dampak bencana di Kota Batu. 

"Kami sangat prihatin, dan perlu digaris bawahi penanganan kasus (harus) penuh empati, dan harus kita lakukan segera. Oleh karena itu Kemenparekraf sudah membentuk tim manajemen krisis kepariwisataan. Fokus kita bagaimana pemulihatan Kota Wisata Batu," ujar Sandi dalam siaran pers, Kamis (11/11).

Berita Terkait : Gerindra Ogah Kepancing

Sandi menjelaskan, fokus pemulihan pariwisata yang akan dilakukan untuk Kota Batu ini mencakup sosialisasi, dan edukasi bencana.

Dia menjelaskan, dengan pola komunikasi yang baik dan edukasi bisa menimbulkan rasa aman dan tentram untuk para wisatawan maupun pelaku ekonomi kreatif.

Kemenparekraf bersama Pemda setempat akan fokus dalam upaya mitigasi. Mereka akan mendata berapa besar dampaknya kepada aksesibilitas, amenitas, dan atraksi di destinasi-destinasi wisata.

Berita Terkait : Sepedaan Di Sirkuit MotoGP, Sandiaga: Valentino Rossi Nangis Melihat Ini

"Karena Kota Batu ini juga merupakan andalan dari pariwisata dan penciptaan lapangan kerja, maka hasil dari mitigasi tersebut akan kita tuangkan dalam rencana aksi untuk pemulihan," jelas mantan wagub DKI ini.

Sandi menyebutkan, melalui langkah koordinasi dan eksekusi, wisata berbasis edukasi kebencanaan bisa diwujudkan seperti di beberapa tempat. Sebelumnya, di Aceh sudah ada Kapal Apung atau PLTD yang merupakan warisan Tsunami tahun 2004.

"Hal seperti itu bisa digunakan sebagai sarana mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan bencana. Karena Indonesia berada pada Ring of Fire, dengan perubahan iklim, tentunya kami mengantisipasi cuaca ekstrim untuk tidak semakin terdampak langsung pada penyelenggaraan kepariwisataan dan ekonomi kreatif," tambah Sandi.
 Selanjutnya