Dark/Light Mode

Ini Kisah Konjen RI Cape Town, Afrika Selatan (8)

Jejak Dakwah Dan Kebudayaan Nusantara Di Cape Town

Minggu, 28 Juli 2024 10:32 WIB
Konsul Jenderal RI Cape Town Tudiono saat menikmati keindahan pantai Camp Bay, di Cape Town, Afrika Selatan. Dok Pribadi
Konsul Jenderal RI Cape Town Tudiono saat menikmati keindahan pantai Camp Bay, di Cape Town, Afrika Selatan. Dok Pribadi

 Sebelumnya 
Cape Town didirikan oleh Belanda pada 1652, sebagai tempat persinggahan, pembekalan, dan refreshment dalam perjalanan rute Belanda ke Hindia Belanda atau Indonesia. 

Belanda menguasai Cape Town dan sekitarnya sejak 1652-1808. Pada tahun 1795, Inggris menyerang Belanda. Meletuslah War of Muizenberg. Belanda kalah dan menyerahkan kekuasaan atas Cape Town kepada Inggris pada 1808.

Baca juga : Diplomat RI Di Negeri Ginseng: Antara Soju, Protokol, Dan Semenanjung Korea

Cape Town adalah ibu kota legislatif Afsel, pusat ekonomi dan administratif provinsi Western Cape, dan pusat perekonomian terbesar ketiga Afrika.

Keberadaan Masyarakat Cape Malay Keturunan Indonesia 

Cape Town dihuni oleh 4.890.000 penduduk, terdiri dari 42,4 persen kulit berwarna, 38,6 persen Afrika, dan 15,7 persen keturunan Eropa. 

Baca juga : Debut Diplomat Di Wina, Dari Jari Terjepit Hingga Bersinar Di UNIDO

Kulit berwarna ini banyak berasal dari Cape Malay, yang sebagian besar merupakan keturunan dari ulama-ulama Nusantara (Indonesia). Jumlah Cape Malay saat ini mencapai lebih dari 330.000 orang.

Keberadaan mereka yang cukup signifikan dapat menjadi jembatan yang mendekatkan Indonesia dengan Afsel. KJRI Cape Town berupaya merangkul erat masyarakat Cape Malay melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat Indonesia pada 14 Oktober 2023. 

Baca juga : Menggapai Asa Di Tengah Prahara

Pasar Rakyat pertama dibanjiri pengunjung. Ini juga tidak lepas dari upaya promosi KJRI antara lain melalui wawancara di radio seperti Smile FM dan Voice of the Cape serta pemasangan flyer di berbagai titik. 

Tercatat 4695 pengunjung hadir. Mereka dihibur dengan aneka pertunjukan seni budaya seperti tari-tarian daerah dan penyanyi ibu kota Harry dan Rara. Pengunjung dapat menikmati aneka kuliner tanah air dan berbelanja aneka produk Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.