Dark/Light Mode

Peringati HAN dan Hari Kebaya, KOWANI Perkuat Perlindungan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 13:27 WIB
Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto berfoto bersama usai menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Anak Nasional ke-42 dan Hari Kebaya Nasional ke-3 di Jakarta, Jumat (24/7/2026). Dok. Kowani
Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto berfoto bersama usai menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Anak Nasional ke-42 dan Hari Kebaya Nasional ke-3 di Jakarta, Jumat (24/7/2026). Dok. Kowani

RM.id  Rakyat Merdeka - Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 dengan menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, serta penguatan ketahanan keluarga. Pada momentum tersebut, KOWANI juga meluncurkan situs web resmi organisasi sebagai bagian dari persiapan menuju satu abad KOWANI pada 2028.

Peringatan yang digelar secara luring dan daring itu dihadiri pimpinan lembaga negara dan kementerian, tokoh nasional, tokoh perempuan Indonesia, pimpinan organisasi anggota KOWANI, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), akademisi, pelaku usaha, insan budaya, pendidik, hingga peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam melindungi anak sekaligus memberdayakan perempuan.

"Kehadiran seluruh undangan merupakan kehormatan dan penguatan yang sangat berarti bagi KOWANI. Walaupun berada di tempat yang berbeda, kita dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu melindungi anak, menguatkan perempuan dan keluarga, merawat kebudayaan bangsa, menjaga sejarah perjuangan perempuan Indonesia, serta memajukan Indonesia," ujar Nannie dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Baca juga : Sheila Dara Aisha, Kebaya Penuh Makna Dan Cerita

Menurutnya, Hari Anak Nasional tidak boleh dimaknai hanya sebagai seremoni tahunan. Peringatan tersebut harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh haknya, mulai dari perlindungan, pendidikan, layanan kesehatan, identitas, ruang bermain, hingga lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.

KOWANI juga mengingatkan pentingnya melindungi anak dari berbagai ancaman, seperti kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perdagangan orang, perundungan, perkawinan anak, penyalahgunaan narkotika, pornografi, hingga kejahatan di ruang digital.

Nannie menegaskan tanggung jawab melindungi anak tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh elemen bangsa.

Sebagai kelanjutan Gerakan Nasional "Bermain Anak" yang diluncurkan pada Hari Anak Nasional 2025, tahun ini KOWANI menggelar Gerakan Serentak Nasional Memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan tema "Anak Aman, Anak Bahagia, Anak Berani, Anak Bermain, Anak Terlindungi, Keluarga Tangguh, Indonesia Kuat."

Baca juga : ⁠WPPKBI dan KOWANI Kompak Perkuat Persatuan Organisasi Perempuan Indonesia

Gerakan tersebut dilaksanakan serentak pada 23 Juli 2026 dengan melibatkan DPP KOWANI, BKOW, GOW, organisasi anggota KOWANI, kader Posyandu, guru, orang tua, relawan, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti deklarasi Hari Anak Nasional, kampanye perlindungan anak, edukasi pengasuhan positif, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, hingga kampanye di media sosial.

Pada kesempatan itu, KOWANI juga memberikan apresiasi kepada BKOW dan GOW di berbagai daerah yang aktif menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Apresiasi khusus diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan BKOW Provinsi Papua yang dinilai berhasil membangun kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan rangkaian Hari Anak Nasional 2026.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Papua, Bapak Wakil Gubernur Papua, serta secara khusus kepada Ibu Dorince Mehue selaku Ketua BKOW Provinsi Papua beserta seluruh jajaran yang telah menyukseskan rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Tanah Papua," kata Nannie.

Baca juga : Hari Anak Nasional, BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting

Menurut KOWANI, kolaborasi yang dibangun di Papua menjadi contoh bahwa perlindungan anak hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama antara pemerintah, organisasi perempuan, keluarga, pendidik, relawan, dan masyarakat.

KOWANI juga menegaskan seluruh anak Indonesia berhak mendapatkan perlindungan tanpa diskriminasi, termasuk anak penyandang disabilitas, anak berkebutuhan khusus, anak dalam situasi rentan, korban kekerasan maupun eksploitasi, serta anak yang berhadapan dengan hukum.

Bagi anak yang berhadapan dengan hukum, KOWANI mendorong penerapan pendekatan keadilan restoratif melalui pendampingan hukum dan psikologis, rehabilitasi, pendidikan, reintegrasi sosial, serta pemberian kesempatan kedua agar mereka tetap memiliki masa depan yang lebih baik.

"Tidak boleh ada anak Indonesia yang ditinggalkan. Setiap anak harus dirangkul, didengar, dihormati, dilindungi, serta memperoleh kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi versi terbaik dari dirinya," tegas Nannie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.