Dark/Light Mode

Korbannya Anak Kecil

Sadis, Junta Burma Tabrak Demonstran Dengan Truk

Selasa, 7 Desember 2021 06:30 WIB
Pengunjuk rasa melarikan diri dari truk yang melaju dengan kecepatan tinggi di belakang mereka. (Foto: Istimewa).
Pengunjuk rasa melarikan diri dari truk yang melaju dengan kecepatan tinggi di belakang mereka. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Sementara itu, salah satu anggota tim penyelamatan mengatakan, pihaknya membawa dua pria dan satu wanita ke rumah sakit militer untuk mendapatkan perawatan. Mereka semua disebut berada dalam rentang umur 20-an dan memiliki luka yang serius.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Myanmar mengecam kejadian ini. Mereka menyampaikan pihaknya prihatin dengan laporan tersebut.

“Kami mendukung hak rakyat Burma untuk melakukan protes secara damai,” tambah kedutaan Besar AS.

Baca juga : KLHK Ajak Kaum Muda Bergerak Pulihkan Lingkungan Hidup

Penabrakan ini terjadi kala Myanmar tengah menunggu vonis pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. Sang Iron Lady itu dijatuhi selusin dakwaan. Mulai dari tindakan penghasutan hingga melanggar protokol Covid-19. Suu Kyi membantah semua dakwaan itu.

PM Hun Sen Bela Junta

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, berencana mengunjungiMyanmar untuk melakukan pembicaraan dengan penguasa Junta Militer. Dia menyatakan, para pejabat Junta Myanmar harus diundang ke berbagaipertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Baca juga : Kemhan Kini Lebih Transparan Dan Terbuka

Posisi Myanmar sebagai anggota dari 10 negara ASEAN telah menjadi sorotan sejak peristiwa Kudeta 1 Februari lalu. Gembong kudeta yang juga pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, bahkan tidak diundang ke pertemuan puncak tahunan para pemimpin ASEAN pada Oktober lalu, yang diselenggarakan Brunei Darussalam.

Hun Sen menyampaikan, ketika Kamboja menjadi tuan rumah ASEAN untuk tahun depan, semua perwakilan negara 10 anggota akan diundang ke dalam pertemuan organisasi regional itu, termasuk Myanmar.

“(Myanmar) ini adalah anggota keluarga ASEAN, mereka memiliki hak untuk menghadiri pertemuan,” kata Hun Sen di sela-sela upacara peresmian proyek konstruksi yang didanai China di Phnom Penh, Senin (6/12).

Baca juga : Mentan Ajak Petani Jawa Tengah Gerakkan Ekonomi Dengan Food Estate

Menteri Luar Negeri Myanmar yang ditunjuk junta militer bakal mengunjungi Kamboja, Selasa (7/12). Hun Sen mengatakan, dia juga akan mengunjungi Myanmar dalam waktu dekat.

“Ada kemungkinan besar saya akan mengunjungi Naypyitaw (Ibu Kota Myanmar) untuk bertemu dengan Jenderal Min Aung Hlaing untuk bekerja sama dengannya. Jika saya tidak bekerja dengan dengan pimpinan (Myanmar), dengan siapa lagi saya bisa bekerja?” kata Hun Sen.

Hun Sen pun lantas menyinggung konvensi yang disepakati di ASEAN sejak lama, yaitu tentang sikap untuk tidak ikut campur dalam urusan internal negara anggota lain. “Di bawah Piagam ASEAN, tidak ada yang memiliki hak untuk mengusir anggota lain,” ujarnya. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.