Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dihantam Banjir, Warga Malaysia Tidur Di Mobil

Senin, 20 Desember 2021 20:26 WIB
Banjir Malaysia. (Foto: ist)
Banjir Malaysia. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 30 ribu warga Malaysia terpaksa dievakuasi setelah banjir merendam kediaman mereka akibat hujan lebat sejak Jumat (17/12).

Negeri jiran memang sering mengalami musim hujan badai di akhir tahun. Namun, curah hujan kali ini yang melanda bagian Semenanjung Malaysia merupakan yang terparah dalam lima dekade belakangan.

Hujan deras sejak Jumat telah menyebabkan sungai meluap, menenggelamkan banyak daerah perkotaan dan memutus jalan-jalan utama, membuat ribuan pengendara terdampar.

Berita Terkait : Ganjar-Erick Thohir Diprediksi Moncer

Hampir 30 ribu korban banjir di delapan negara bagian dan teritori tercatat di situs web resmi pemerintah, dengan lebih dari 10.000 di antaranya berada di negara bagian Pahang.

Lebih dari 5.000 orang meninggalkan rumah mereka di negara bagian Selangor - yang mengelilingi ibu kota Kuala Lumpur - dengan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengungkapkan keterkejutannya atas banjir di sana.

Sejumlah warga di Petaling dan Klang di negara bagian Selangor, bahkan terpaksa tidur di mobil karena tidak dapat tempat berlindung sementara.

Berita Terkait : Tetangga Juga Sibuk Urus Bencana

Di kotapraja Setia Alam di Shah Alam, jalan utama yang menghubungkan Meru ke Bukit Raja telah terendam banjir sedalam 2 hingga 3 meter sejak Jumat malam (17/12).

Salah satu warga, Mohd Faizol Adzhar Mohd Mohtar, 34, mengatakan dia terpaksa tidur di mobil pada Jumat malam karena jalan terputus. 

“Saya meninggalkan kantor saya di Kuala Lumpur pada pukul 21.30 tadi malam dan saya berhenti untuk istirahat makan malam karena lalu lintas padat. Sesampainya di Setia Alam sekitar tengah malam, saya menemukan semua jalan menuju rumah saya tergenang air," katanya dikutip Malay Mail, Sabtu (18/12).

Berita Terkait : DPRD Minta Pembongkaran Pemukiman Warga Bandung Dihentikan, Ini Alasannya

Hingga Senin (20/12), sudah ada lebih dari 66.000 orang personel dikerahkan dari polisi, tentara dan pemadam kebakaran untuk membantu menyelamatkan korban banjir. Menurut Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob, korban banjir telah dibawa ke tempat penampungan.

Banjir di Malaysia biasa terjadi selama musim hujan tahunan antara Oktober dan Maret, terutama di pantai timur negara itu. Tapi hujan yang dimulai pada Jumat pagi dan berlanjut hingga Sabtu adalah yang paling buruk di negara bagian barat Selangor. Negara bagian ini adalah wilayah terkaya dan terpadat di Malaysia, di sekitar ibu kota Kuala Lumpur. [DAY]