Dewan Pers

Dark/Light Mode

Otoritas Johor, Malaysia Larang Warganya Tiktokan Di Tengah Situasi Banjir

Selasa, 4 Januari 2022 21:06 WIB
Seorang pria tampak mendayung sampan di lokasi banjir di Muar, Johor. (Foto:Twitter/Bernama)
Seorang pria tampak mendayung sampan di lokasi banjir di Muar, Johor. (Foto:Twitter/Bernama)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Negara Bagian Johor, Malaysia mewanti-wanti warganya, agar tidak menjadikan situasi banjir sebagai festival untuk konten Tiktok. Atau membiarkan anak-anak bermain banjir.

"Level air di wilayah terdampak banjir meningkat tajam. Terutama di sekitar wilayah sungai, pantai, pertambangan, dan danau," kata Kepala Zona 4 Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Johor, Rasidi Md Yunos seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (4/1).

"Bbeberapa orang menjadikan situasi ini sebagai pesta, tanpa rasa bersalah membikin konten video TikTok di media sosial. Padahal, kegiatan ini sangat riskan, karena mengabaikan aspek keselamatan. Mereka tidak mengenakan alat pelindung diri dan jaket keselamatan. Mereka membiarkan anak-anak mereka bermain di air. Hal semacam ini tidak boleh terjadi. Sangat berbahaya," kata Rasidi.

Berita Terkait : Tekan Omicron, Malaysia Larang Jemaah Umroh Karantina Di Rumah

Ia juga berpesan kepada warga di wilayah yang terdampak banjir, agar tidak mengambil risiko. Mengingat kedalaman air dan kekuatan arus saat banjir tidak dapat diprediksi, dan dapat membahayakan nyawa.

“Masyarakat perlu waspada dan menghargai kehidupan. Karena, kita tidak tahu apa yang ada di bawah dan seberapa dalam banjir tersebut. Bisa 1 meter, bisa juga lebih dari 10 meter. Karena itu, saya meminta masyarakat untuk bekerja sama dan mematuhi perintah dari pihak berwenang, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” papar Rasidi.

"Tetap perlu waspada, meski warga sudah terbiasa dengan situasi banjir," imbuhnya.

Berita Terkait : Inilah Negara Terakhir Yang Merayakan Tahun Baru

Lebih dari 5.000 penduduk di Johor telah mengungsi akibat banjir, di tengah hujan yang sesekali turun di negara bagian tersebut. Distrik Segamat, wilayah yang paling parah terdampak banjir, melaporkan lebih dari 4.000 korban banjir.

Dalam update-nya pada Selasa (4/1), Dinas Pengairan dan Drainase menyebutkan lima sungai - empat di antaranya berada di Segamat - masuk kategori berbahaya.

Sekitar 101 desa dan perumahan di Johor juga terendam  banjir. Saat ini, sudah dibuka 79 pusat bantuan untuk menampung 5.598 korban banjir. [HES]