Dewan Pers

Dark/Light Mode

Australia Kembali Batalkan Visa Djokovic, Sang Superstar Di Ambang Deportasi

Jumat, 14 Januari 2022 15:34 WIB
Superstar tenis asal Serbia, Novak Djokovic (Foto: Instagram)
Superstar tenis asal Serbia, Novak Djokovic (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Imigrasi Australia Alex Hawke akhirnya memutuskan untuk kembali mencabut visa Djokovic, empat hari setelah superstar tenis asal Serbia itu dinyatakan menang banding di pengadilan dan dibebaskan dari tahanan imigrasi, pada Senin (10/1).

Seperti diketahui, sebelum menjalani sidang banding, visa Djokovic telah dibatalkan pada 6 Januari 2022. Saat ia tiba di Melbourne, untuk berlaga di turnamen bergengsi Australian Open.

Berita Terkait : Soal Rencana Kenaikan Tarif KRL, Pemerintah Masih Timbang-timbang

Visa tersebut dibatalkan, karena Djokovic hanya bermodal surat pengecualian medis, sebagai pengganti sertifikat vaksin. Sementara Australia, mensyaratkan WNA telah divaksin Covid, untuk memasuki wilayah negaranya.

"Hari ini, saya menggunakan kewenangan saya berdasarkan Pasal 133C Undang-Undang Migrasi, untuk membatalkan visa Novak Djokovic, dengan alasan kesehatan dan ketertiban, atas dasar kepentingan umum," kata Hawke dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN, Jumat (14/1).

Berita Terkait : Polisi Australia Selidiki Kemungkinan Djokovic Ngibul Saat Isi Form Kedatangan

Dalam mengambil keputusan tersebut, Hawke mengaku telah mempertimbangkan informasi yang diberikan Kementerian Dalam Negeri, Polisi Perbatasan Australia, dan Djokovic.

"Pemerintahan Scott Morrison memegang teguh komitmen menjaga perbatasan Australia, terutama yang terkait pandemi Covid-10," imbuh pernyataan tersebut.

Berita Terkait : Pembatalan Visa Djokovic Dicabut, PM Morrison Dibilang Nggak Kompeten

Namun, masih belum diketahui, apakah Australia akan mendeportasi juara Australian Open sembilan kali itu. Mengingat keputusan tersebut masih dapat diajukan banding.

Jika dideportasi, Djokovic akan dilarang ke Australia hingga tiga tahun ke depan. Hal tersebut dapat diabaikan dalam keadaan khusus. [HES]