Dewan Pers

Dark/Light Mode

Presiden Serbia Tuding PM Australia Lecehkan Djokovic Demi Menang Pemilu

Sabtu, 15 Januari 2022 10:04 WIB
Presiden Serbia Aleksandar Vucic (Foto: Instagram)
Presiden Serbia Aleksandar Vucic (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Serbia Aleksandar Vucic mempertanyakan sikap Perdana Menteri Australia Scott Morrison, yang dinilainya telah melecehkan superstar tenis Novak Djokovic.

Hal itu disampaikan Vucic, lewat video berdurasi 4 menit yang diposting di akun Instagramnya, dengan judul Support Untuk Djokovic dan Respon Terhadap PM Australia.

Vucic menegaskan, ia tak mungkin diam saja, menyaksikan serangan dan tekanan yang dialami warganya, yang notabene adalah petenis nomor 1 dunia.

"Jika Anda ingin melarang Novak Djokovic memenangkan trofi Australia Terbuka untuk ke-10 kalinya, mengapa Anda tidak segera memulangkannya? Mengapa Anda tidak memberi tahu, bahwa dia tidak mungkin mendapatkan visa?" tanya Vucic, dalam video berdurasi 4 menit, yang berjudul Support Untuk Novak Djokovic dan Respon Terhadap PM Australia, seperti dilansir CNN, Sabtu (15/1).

Berita Terkait : Soal Visa Djokovic, PM Australia Ogah Komentar

Vucic mengaku tak habis pikir, mengapa Morrison tega melecehkan Djokovic.

"Mengapa Anda menganiaya dia dan keluarganya. Juga sebuah bangsa yang merdeka dan bangga? Apakah ini Anda lakukan demi memenangkan Pemilu? Apakah ini hanya untuk menyenangkan warga Anda?" ujarnya.

"Seorang presiden dari sebuah negara kecil bisa mengatakan itu kepada seorang Perdana Menteri hebat dari sebuah negara besar. Saya bisa, karena saya mengatakan yang sebenarnya. Anda tahu, saya mengatakan yang sebenarnya," cetus Vucic.

ABC menyebut, Vucic juga mempertanyakan proses dalam kasus sengketa visa Djokovic, yang pencabutannya telah dibatalkan oleh pengadilan pada Senin (10/1), lalu dibatalkan lagi oleh Menteri Imigrasi Alex Hawke dengan alasan kesehatan dan ketertiban.

Berita Terkait : Wakil PM Australia: Djokovic Harus Patuhi Hukum

"Mereka sering berkhotbah kepada kami tentang supremasi hukum. Anda bisa bayangkan, bagaimana jadinya jika seorang menteri di Serbia membatalkan keputusan pengadilan," ucap Vucic.

Ini adalah kali kedua Vucic berbicara tentang  Djokovic. Pekan lalu, Vucic juga telah  menegaskan, Serbia akan berjuang untuk Novak.

"Kami akan berjuang untuk Novak Djokovic. Fakta bahwa Anda akan mengganggunya selama sehari, dua atau lima hari lagi tidak akan mengubah sentimen orang-orang kami terhadap warga Australia yang sangat kami hormati dan hargai," tegas Vucic.

Ia menambahkan, media bisa saja menulis ratusan ribu artikel terburuk tentang Djokovic. Namun, petenis berusia 34 tahun itu akan tetap menjadi pemain tenis terhebat sepanjang masa.

Berita Terkait : Polisi Australia Selidiki Kemungkinan Djokovic Ngibul Saat Isi Form Kedatangan

"Kami akan menyimpannya dengan kuat di hati kami. Jika Anda berpikir bisa mencapai sesuatu dengan melecehkan, Anda tidak akan pernah mencapainya. Hidup Serbia, Novak, kami bersamamu," tandas Vucic. [HES]