Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
AS Siap Berkolaborasi Pulihkan Ekonomi Indonesia
Biden Tulis Surat Sambut Kedatangan Dubes Rosan
Sabtu, 22 Januari 2022 06:30 WIB
Sebelumnya
Rosan menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang kesehatan. Khususnya dalam rangka menangani pandemi Covid-19 melalui melalui penyediaan vaksin dan obat-obatan terapeutik serta pengembangan kerja sama teknologi mRNA dalam jangka menengah.
“Selain kerja sama kesehatan, fokus utama lain di bidang diplomasi bilateral RI-AS adalah membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi dan perlindungan terhadap WNI di AS,” ujar Rosan.
Sejak 2015, Indonesia dan AS telah meningkatkan statushubunganbilateral menjadi Kemitraan Strategis. Jokowi telah melakukan pertemuan bilateral denganBiden di Glasgow pada 1 November 2021. Menlu Retno Marsudi dan Menlu Antony Blinkenjuga telah melakukan Dialog Strategis pertama di Washington DC pada 3 Agustus 2021.
Baca juga : Jaga Pertumbuhan Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga Di 3,50 Persen
AS kini menjadi mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia. Hingga November 2021, nilai perdagangan dua arah mencapai 33,2 miliar dolar AS atau naik 35.3 persen pada periode yang sama pada 2020.
Investasi AS ke Indonesia juga naik 172,7 persen dengan nilai 1,3 miliar dolar AS dan menjadikan AS sebagai penyumbang investasi asing terbesar ke-6 bagi Indonesia. Selanjutnya, Dubes Rosan menargetkan volume perdagangan kedua negara menjadi 60 miliar dolar AS pada 2024.
“Target kita adalah peningkatan volume perdagangan kedua negara,” tegasnya.
Baca juga : Pemulihan Ekonomi Nasional Memuaskan Berkat Kerja Nyata Airlangga
Mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19, saat penyebaran varian Omicron sedang sangat tinggi, proses penyerahan Surat-surat Kepercayaan dari para Dubes asing yang baru tiba di Ibu Kota AS, tidak dilakukan melalui upacara khusus di Gedung Putih.
Varian Omicron jadi salah satu penyebab lonjakan kasus Covid-19 di AS. Meski begitu, para pejabat di beberapa negara bagian telah melaporkan kalau mulai terjadi penurunan kasus.
Di New York, data infeksi Covid-19 dalam rata-rata tujuh hari penerimaan rumah sakit turun 18,4 persen dari minggu sebelumnya. Laporan kasus baru dalam seminggu terakhir juga turun 43,6 persen.
Baca juga : Menlu Tegaskan Indonesia Terus Dukung Perdamaian Di Afghanistan
“Tapi kami tidak bisa lengah dan mempercepat semua kemajuanyang telah kami buat. Harap tetap memakai masker Anda dan pastikan Anda mendapatkan vaksinasi atau booster yang memungkinkan,” kata Gubernur New York Kathy Hochul dalam pernyataan, dikutip dari Fox News.
Total kasus Covid-19 di AS merupakan yang terbanyak di dunia, dengan jumlah 70,54 juta. Jumlah kasus positif di New York termasuk keempat terbanyak di AS, yakni lebih dari 4,75 juta kasus. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya